Siapa yang suka ikaaan?? sayaaaaaaa.

Salah satu ikan yang saya suka yaitu ikan Bandeng. Memang sih, durinya ikan Bandeng ini banyak, tipis-tipis pula, nyusahin banget. Jadi kalau makan ikan Bandeng yang biasa-biasa tanpa di presto itu kudu jeli dan awas, salah-salah nyangkut di tenggorokan, dan itu nggak enaaaak banget!! huhu

Moment-moment bahagia saya bersama ikan Bandeng, yaitu waktu saya hamil. Mengingat manfaat ikan Bandeng sangat baik untuk janin, dan badan saya pribadi, akhirnya waktu hamil saya banyak mengkonsumsi ikan Bandeng. Dulu menu andalan saya, yaitu ikan Bandeng dan sayur kangkung atau sayur sawi. Saya sih lebih enak kalau ikan Bandeng-nya di presto karena nggak perlu repot-repot milihin durinya, hihihi.

Beberapa minggu lalu saya menemukan menu ikan Bandeng yang berbeda dari yang sudah-sudah. Biasanya ikan Bandeng yang saya sering temui itu diolah dengan cara digoreng, di presto, dibakar, dan d-isteak, kali ini ikan Bandeng yang saya temui seperti ikan Bandeng jadi-jadian. Penasaran kan??

Bandeng Jadi-jadian alias Bandeng Gepuk (Tanpa Tulang)

Jadi waktu buka puasa bersama di Gado-gado Cemara Setiabudi One Building. Otomatis, primadonanya kan Gado-gado ya, jadi tanpa pikir panjang saya pesan Gado-gado lah. Baru pertama kali juga makan di Gado-gado Cemara, sekaligus saya mau membandingkan rasanya dengan gado-gado sebelah.

Bukannya fokus ke gado-gado, saya jadi tertarik sama Ikan Bandeng yang di pesan teman suami saya. Kayaknya enak tuΒ ikan Bandeng, saya jadi ngiler, udah lama juga nggak makan Bandeng, seringnya makan ikan Lele dan ikan Kembung, hehe (ikan yang selalu ada di tukang sayur dan warteg). Mikir-mikir, pesan gak yaa, kayaknya perut saya masih cukup nih, saya juga berdalih buat menu makanan Rayan sekalian, hehehe. Jadilah saya pesan menu Bandeng Gepuk Cemara (Tanpa Tulang)

Salah satu menu di Gado-gado Cemara - Bandeng Gepuk (Tanpa Tulang)

Salah satu menu di Gado-gado Cemara – Bandeng Gepuk (Tanpa Tulang)

Tampak luar, kelihatannya seperti ikan Bandeng pada umumnya, tapi setelah di icip, tekstur nya seperti siomay atau nuget atau otak-otak, ya sejenis itu. Ini inovasi yang cukup menarik di dunia perbandengan. Dan sebagai pecinta bandeng, penilaian saya terhadap menu Bandeng Gepuk Cemara (Tanpa Tulang) ini cukup positif. Memberikan variasi dan pengalaman berbeda ketika mengkonsumsi Bandeng.

Baca juga  Bumil pingin ngemil Singkong / Manfaat Singkong

Jadi sepemahaman saya, pembuatan Bandeng Gepuk Cemara ini dengan cara daging ikan Bandeng-nya di keluarkan dulu dari kulitnya dengan sangat perlahan untuk diolah terlebih dahulu. Kemudian setelah diolah, dagingnya entah dimasukan lagi ke dalam kulitnya. Saya perhatikan kulit-nya ini masih kulit asli ikan Bandeng yang tetap di pertahankan untuk membalut daging ikan Bandeng yang sudah diolah, bukan kulit Bandeng jadi-jadian.

Daging Bandeng yang terlah diolah, menyerupai nuget. Bandeng Gepuk (Tanpa Tulang) Cemara

Daging Bandeng yang terlah diolah, menyerupai nuget. Bandeng Gepuk (Tanpa Tulang) Cemara

 

Pengalaman makan daging jadi-jadian

Mencicipi menu ini, saya jadi ingat waktu makan di restoran vegetarian, dimana banyak daging jadi-jadian, hehehe. Soalnya aslinya adalah sayur-sayuran yang diolah sedemikian rupa menjadi seperti daging, steak, ayam dll, jadi pura-pura-nya daging, para vegetarian seolah-olah sedang makan daging, boleh lah boleee.
Bedanya, kalau Bandeng Gepuk ini memang aslinya ikan Bandeng yang diolah menjadi Bandeng tanpa duri (tapi bukan juga di presto), bukan juga sayur yang diolah jadi Bandeng. Jadi, harus coba sendiri biar nggak penasaran πŸ™‚

Rasanya sendiri enak, rasa Bandengnya masih kerasa, gurih dan ada pedas lada sedikit, anak saya juga masih doyan, rasa pedas ladanya masih dapat ditolerir lidahnya. Overall untuk Bandeng Gepuk Cemara (Tanpa Tulang) ini saya berikan penilaian 7.5/10.

Selain Gado-gado dan Bandeng Gepuk (tanpa Tulang), saya juga mencicipi menu lainnya yang dipesan abang suami, yaitu menu Gulai Ayam. Gulai Ayam-nya juga enak, mengingatkan saya dengan Soto Betawi Haji Husein. Jadi sedikit mengobati kerinduan saya dengan Soto Betawi.

Kemungkinan kalau ke Gado-gado Cemara lagi bakal pesan Bandeng Gepuk (Tanpa Tulang) dan Gulai Ayam-nya, soalnya nagih. Lagi pula, dimana lagi nemuin Bandeng macam ini kalau bukan pas lagi makan ke Gado-gado Cemara, hehehe. Satu lagi menu yang ingin saya cicipi tapi kemarin belum sempat pesan, yaitu Asinan Sayur dan Sop Buntutnya. Looks yummmmmy!!

Menu Sop Buntut Gado-Gado Cemara. Foto : gadogadocemara.com

Menu Sop Buntut Gado-Gado Cemara. Foto : gadogadocemara.com

Detail Information

Selain di Setia Budi One Building, Gado-gado Cemara yang dikelola oleh Ibu Niawati Setiawan ini juga ada di Jl. Tanah Abang 5 No.36 Jakarta Pusat. Konon Gado-gado Cemara ini sudah ada sejak tahun 1947, wah berarti termasuk makanan Jakarta yang melegenda ya, kemana aja nih saya, baru tau belakangan, huhu. Untuk lebih detail tentang Gado-gado Cemara klik web-nyaΒ disini.