Weekend ini mau kemana nih…. bagi yang berencana ke Central Park Mall, saya mau share weekend saya di Central Park Mall, Jakarta. Ada apa saja sih disana?

Ceritanya setelah adek Rayan pindah ke Jakarta, teman-teman saya pingin nengokin tapi karena rumah saya agak ke timur, jadi mereka pikir kejauhan. Setelah diskusi via WA, akhirnya kami sepakat buat ketemuan di Central Park Mall. Ini pertama kalinya juga dedek Rayan ke Mall. Saking lamanya, Rayan sampai bobok 2x.

Sebenernya setiap kali kami jalan-jalan di Mall, itu sekaligus jadi moment kami buat kuliner dan icip-icip menu makanan baru. Hehehe. Kami prefer milih tempat makan selain kaefci dan sejenisnya.

Sebegai menu pembuka sekaligus teman ngobrol, kami milih Ice Creaaam…. untuk pertama kalinya saya coba Ice Cream Dairy Queen, Blizzard topping Orea daaaan rasanya enaaaaakk!!! Saya gak akan bandingin sama ice cream yang sebelumnya pernah saya coba, karena ini enaknya beda. Cream dan manisnya gak berlebih, ringan dan yummy!!

Dairy Queen

Setelah puas makan ice cream, kami memutuskan untuk cari makan siang. Buat yang suka kuliner, di Mall Central Park anda bisa hunting makanan di lantai Ground dan lantai 2. Di lantai 2 tersedia foodcourt yang isinya berbagai macam tenant makanan. Tapi kami tertarik dengan restoran Jepang yang letaknya tepat  disebelah foodcourt, Tokio Kitchen.

Awalnya, saya tertarik dengan tulisan “No MSG” yang ada di depan Tokio Kitchen, maklum setelah hamil, saya jadi concern banget sama kesehatan tubuh dan dedek, apalagi sekarang saya masih kasih ASI Rayan, jadi kalau makanan milihnya yang bergizi dan minim MSG. Setelah masuk, saya makin tertarik dengan konsep restoran ini yang mengangkat konsep Japanese Street Food. 😀

Baca juga  Bukber bareng Anak Yatim Piatu dan Anak Jalanan dalam Kegiatan #Kili2DayCare

Di pintu masuk, masing-masing kami diberikan kartu yang digesek di setiap transaksi, pembayarannya baru ditotal setelah keluar dari Tokio Kitchen.

Tidak hanya konsepnya yang menarik, tapi interiornya juga sama-sama menarik, ornamennya mengedepankan unsur kayu dan jerami, juga pohon sakura. Selain itu, ditapilkan juga gambar-gambar jepang tempo dulu, barangkali waktu jaman edo, lalu ada juga gambar komik Jepang bahkan alat-alat masak juga disulap menjadi bagian dari interior restoran yang unik.

Tokio Kitchen

Tokio Kitchen

Pengunjung dapat memilih tempat duduk lesehan atau di kursi. Tentunya, karena konsep Japanese Street Food, jadi pengunjung dapat memilih makanan yang disukai selama masih di dalam area Tokio Kitchen, seperti Bento, Sushi, Tepanyaki, Teriaki, Takoyaki, Yakiniku, Ramen, Pizza dan macam-macam dessert.

Pesanan kami Gindara Bento, Katsu Bento dan Beef Teriaki. Kalau ada bento pasti jodohnya salad kol dan wortel dengan sauce seperti cuka, asem-asem gitu. Makanan pendamping lainnya yaitu pangsit dan buah semangka. Rasanya cukup standart tapi enak. Hehe standart kok enak??? Bagi lidah orang Indonesia yang terbiasa masak masakan kaya bumbu, khususnya penyedap, mungkin bumbu menu di Tokio Kitchen ini agak kurang nampol apalagi di pintu masuk udah terpampang tulisan NO MSG.

Tokio Kitchen

Ohya, Tokio Kitchen ini cocok banget buat orang-orang yang cari tempat nyaman, ganti suasana. Cocok juga buat yang lagi ngumpul-ngumpul bareng teman, kentjan, atau pun buat yang pingin menyendiri ditemani wifi. Harganya standard makanan-makanan di Mall lah, yah kira-kira 30 ribuan keatas untuk makanannya.

Tokio Kitchen

Tokio Kitchen

Setelah kenyang makan di Tokio Kitchen, sejenak kami jalan-jalan sambil nurunin dulu makanan di perut sekaligus menikmati pemandangan di Park /taman-nya Central Park. Cakep juga ya, di Jakarta ada mall yang meng-highlight konsep taman, dan rupanya taman ini cukup diminati banyak orang. Mereka sekedar duduk-duduk sambil makan ice cream atau kentang goreng yang buka stand di sekitar taman. Ada pula yang sambil ngajak anjingnya jalan-jalan. Lucuuu.. Kalau milih liatin ikan sambil duduk di tepi kolam dan diterpa angin yang semilir-semilir. Adem aja gitu ngeliatin ikan yang warna-warni, pikiran jadi lebih adem. Sekalian ngenalin ikan ke dedek Rayan. 😀

Central Park Mall

Central Park Mall

Puas ngeliatin ikan sambil menikmati hembusan angin, kami pun beranjak ke tempat selanjutnya. Pilihan kami untuk hidangan penutup yaituuuu ice creaaam, hehehe ice cream muluuu… I’m a big fan of ice cream. Everyone loves ice creaaamm…Is there anyone who doesn’t like ice cream???

Baca juga  5 Tujuan Wisata di Banjarmasin untuk Rekreasi Keluarga

Karena Jakarta Barat adala daerah kekuasaan Maya, jadi dia lebih tau mana yang enak, dan lagi hits di Ibu Kota, khususnya daerah Barat. Sejujurnya referensinya dari foto-foto kuliner di Instagram, hahaha. Dan, menurut dia salah statu yang lagi popular di dunia maya (beneran dunia maya, online maksudnya, hihi 🙂 adalah Ice cream Sumoboo. Cap cus dehhh!!

Ternyata beneran banyak peminatnya, secara waiting list gitu. Selain ice cream , ada menu lain seperti aneka juice, tea, snack, pudding, mochi, dan lainnya. Tentu aja kami pesan tokoh utamanya, yang sering jadi primadona-nya di social media biar ikut kekinian dong 🙂 , yaitu Strawberry dan Matcha Kakigori, sejenis es serut gitu. Selain itu, kami order Tori Popcorn, Kiwi Juice, dan Japanese Mochi.

Untuk strawberry dan Matcha Kakigori-nya enak, sirup diatasnya kental tapi kemanisannya gak nyelekit dimulut. Ternyata di bagian dalam Kakigori ada pudding yang enak dan lembut. Beralih ke menu lainnya, Kiwi Juice Yakult rasanya asem manis segeeeerr, kecut tapi enak. Tori Popcornnya kami pesen yang pedes, namun menurut saya sih agak kebanyakan bumbu, jadi rasanya agak dipaksakan. Kalau Japanese mochi-nya wueeenakk, tapiiii porsinya dikit sekaliiii, kuraaang.

Sumoboo

Sumoboo

Sumoboo ini tempanya cukup nyaman, terkesan fancy dengan unsur kayu dan lampu-lampu gantung, serasa di taman karena interiornya dipenuhi dengan daun dan rumput hijau.

Begitulah temu kangen saya dan teman saya di Mall yang sekaligus jadi ajang kuliner, 3 kali ganti tempat nongkrong. Untungnya dedek Rayan gak rewel. 😀 Kesimpulannya, walaupun Central Park Mall ini gak beda jauh dengan mall-mall di Jakarta pada umumnya, tapi terasa lebih go green karena ada tamannya yang cukup nyaman serta menjadi daya tarik tersendiri buat pengunjung. Ada baiknya jika konsep taman ini juga di terapkan di mall-mall lainnya karena Jakarta perlu lebih banyak taman. 😀

Central Park at Night

Central Park at Night