Sebelumnya saya dan keluarga mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin yaaa. Mohon saya dimaafkan kalau ada kesalahan baik yang disadari maupun yang tidak sadari. Dengan memaafkan semoga kembali fitri. 😀

Seperti biasa sudah tradisinya lebaran kami mudik ke Magelang, Kota Gemilang, lalu mampir ke Jogja. Liburan di Magelang kali ini, kami banyak menghabiskan waktu di rumah saja, pingin leyeh-leyeh di rumah. Antara mau hemat dan mager bedanya tipissss. hehehe

Paling sekali main ke Mall Artos, nonton film di bioskop platinum. Keren ya Magelang udah ada bioskop 😃 . Beberapa tahun lalu kalau lagi di Salatiga atau Magelang, dan pingin nonton film ke bioskop paling dekat harus ke Jogja atau Solo atau Semarang dulu, sekarang cukup ke Magelang.

Setelah dipikir-pikir, ada manfaatnya juga mager di rumah, duitnya bisa di eman-eman buat liburan ke Jogja. Dan akhirnya saya sampai Jogja. ahhh!! Kangeeen!!

Sengaja saya memesan hotel dari seminggu sebelum lebaran, takut keabisan, dan libur lebaran ke Yogya kali ini saya menginap di Hotel Yats Colony. Awalnya cari di traveloka sudah tidak ada kamar, lalu ingat saran dari om, saya pun mencoba telfon langsung ke Yats Colony. Dan rupanya kamar masih tersedia, hihihi.

Jadi buibu jangan pantang menyerah ya, kalau kuota pesan kamar hotel via aplikasi perjalanan sudah tidak tersedia, coba telfon langsung ke hotel yang dituju, barangkali meraka menyisakan kamar untuk customer yang memesan langsung. Biasanya sih gituuu.

Kenapa memilih Yats Colony?

Pribadi, saya senang aja coba-coba penginapan baru, apalagi Jogja adalah kota yang dari dulu sangat sering saya kunjungi. Jadi nggak ada salahnya kan coba hotel yang berbeda, biar dapat experience baru, sekaligus ganti suasana. Yats Colony merupakan salah satu hotel Jogja yang terbilang baru, kalau nggak salah baru launching tahun kemarin, dan langsung happening di sosmed, khususnya Instagram.

Baca juga  Mudik Pertama Rayan ke Magelang

Saya sih tertarik banget dengan konsep Yats Colony yang nyeni abisssss, berbeda dari hotel-hotel yang pernah saya inapi sebelumya. I love every single corner of Yats Colony. Dari luar, hotel ini terlihat kokoh tapi lembut dan teduh, bukan hotel yang ‘mengkilap’ meskipun baru. Menawarkan konsep unfinished, kesan cor-coran-nya terasa, jauh dari lantai marmer yang licin dan mengkilap. Saya sendiri kurang mengerti istilah -istilah arsitektur, (aku mah apa atuh, bedain paku beton sama paku kayu aja binggung, hahaha). Mohon maaf.

Memasuki Yats Colony terlihat partisi yang dibuat sedemikian rupa untuk memfilter sinar matahari yang masuk.

Suka aja sama yang berbau pattern-pattern.

Sepertinya sih bukan hotel yang menganut konsep minimalis..hehe, saya juga masih minim about the idea of minimalist concept, seperti : apa saja yang termasuk minimalis, bagaimana sesuatu bisa disebut minimalis, apa macam rumah-rumah KPR jaman sekarang?? asal jangan duit aja yang minimalis yak, tirissss. 😀 Kalau Yats Colony sepertinya hotel yang menawarkan konsep classic unfinished. Mohon maaf kalau saya salah, lagi-lagi saya hanya menyimpulkan dari apa yang saya lihat. ๐Ÿ™‚

Kami langsung ditujukan ke resepsionis yang juga satu bangunan dengan resto dan butik. Diluarnya ada becak-becakan mini yang bisa dimainkan oleh anak-anak (dan orangtuanya, hihi).

Mini becak

Masuk ke dalam kamar akan terasa seperti kembali ke tempo dulu, karena jendela-jendelanya memberikan kesan klasik. Kembali ke zaman dulu yang lebih modern. Nahlo!!! zaman dulu, kok modern??? ini yang bakal kalian rasakan sendiri kalau menginap di Yats Colony. 😀 #promosi

Senja di Yats Colony

 

Hal ini juga di kuatkan dengan properti-properti yang ada dalam ruangan, ada sentuhan kayu yang memberikan kesan hangat juga dilengkapi dengan lukisan artistik.

Holiday vibe

Lukisan artistik (kontemporer) belakangan juga semakin disukai, banyak pecintanya. Melalui lukisan para pekerja seni ini seperti bercerita tentang kota nya, seperti memberikan jiwa bagi sebuah benda, jiwa bagi sebuah kota, membuat semakin rindu Jogja. Salah satunya lukisan karya Ruth Marbun yang mempercantik satu sisi Yats Colony.

Sweet Corner. Lukisan Artistik. Terimakasih Pagi sudah menjemput malam yang menepi.

bunny.

Fasilitas Yats Colony.

Yats Colony menamakan tipe kamar dengan huruf Jawa, terdiri dari Ha room, Na room, Ca room, Ra room dan Ka room (HANACARAKA). Kebetulan saya mendapat yang Ca room, detailnya dapat dilihat disini.

Baca juga  Jalan- jalan ke Inacraft 2016

Setiap ruangan dilengkapi dengan AC, toiletries lengkap (bahkan ada pencukurnya, jarang-jarang), tv, free wifi, dan tentu ruangan yang super duper nyamaaaan.

Bathroom

Yats Colony toiletries.

Dan yang paling memesona adalah kolam renangnya juga pemandangan indah yang bapat dilihat dari setiap kamar. Membuat pengunjung merasakan pengalaman yang berkesan dari spot terbaik mereka. Yats Colony sepertinya sengaja merancang agar semua kamar mendapat pemandangan terbaik . Semua kamar adalah spot terbaik.

Dan nyatanya menginap di Yats Colony adalah pengalaman yang sangat berkesan. Hotel yang sangat cocok untuk keluarga, pasangan maupun menginap bersama sahabat.

Bakal kesini lagi nggak yaa??? pingin bangeet apalagi kalau dibayarin. hihihi. Ibu bapak senang, anak juga senang, semuanya senang. 😃

Besok sudah senin, selamat beraktivitas lagi. Jakarta aku kan kembali. Sampai jumpa Jogja, aku pasti rindu.

Detail information :
website : yats.co
Instagram : yats.co