Setelah berhasil menang kuis tantangan minum Brand’s Saripati Ayam, sepertinya kejutan masih terus membanjiri hari-hari saya. Salah seorang teman kantor bilang “Kayaknya tahun 2015 bakal jadi tahunmu deh, Pan”, amiiiin jawab saya.

Dan benar saja, menyadari kalau belakangan ini saya mual-mual terus, haid saya juga sudah telat, kemarin minggu saya akhirnya check-up juga di Rs.Bersalin Alvernia Augusta (tempat saya dilahirkan 24 tahun yang lalu, hehe) dan dokter menyatakan saya positif hamil. Usia kandungannya 6-7 minggu, perkiraan lahirnya akhir Agustus 2015. Waaaw, belum-belum sudah ada prediksi kelahirnya segala.

Alhamdulilah, saya dan abang suami tentu aja senang, merasa diberkati, tapi diam-diam saya merasa khawair. Apakah saya sudah siap menjadi seorang ibu??apalagi membesarkan anak, ini suatu hal yang besar. Padahal saya dan abang keliatannya masih kayak ABG yang baru pacaran, kita memang punya banyak rencana dan gak sedikit juga yang meleset, masih senang-senang berdua. Menikmati pacaran setelah menikah 🙂

Belum lagi saya memikirkan karir saya kedepannya, pasti kalau sudah punya anak keadaannya akan berbeda, rencana karir yang telah saya buat akan berbeda. Alasannya, tentu saja saya ingin merawat anak saya sendiri, dekat-dekat dengan anak saya. Lalu apakah masih ada waktu untuk melanjutkan karir?

Saya kepikiran buat memulai bisnis sendiri, tapi bisnis apa itu belum kepikiran??Online shop udah pernah tapi gak terlalu berjalan mulus, jualan makanan tapi gak bisa masak, sempet mau buka rental komik tapi masih pending sampai sekarang, karena hal ini juga, saya masih merasa bersalah karena menuh-menuhin rumah mama sama komik-komik saya. Walaupun begitu saya belum kapok, masih pengen punya bisnis sendiri, apalagi nanti pas punya anak.

Baca juga  Seru-seruan belanja di Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)

Kakak berbagi pengalaman pada saya, awal-awal punya anak ia menjadi ibu rumah tangga lalu punya bisnis laundy sampai sekarang dan ketika anak-anaknya sudah bisa ditinggal (anak yang paling besar sudah 10 tahun), sambil menggeluti bisnis laundy, ia melanjutkan kerja lagi di kantor. Iya juga, bisa saja sih….tapi itu kan dia..saya??

Apapun itu, mau lanjut berkarir, atau bisnis sendiri, atau ibu rumah tangga atau blogger pokoknya saya gak mau jadi ibu yang pemalas. Kata teman saya “Allah pasti ngasih itu (dedek) karena Ia tau kau sudah siap”, walaupunn aku merasa 1000x belum siap tapi Hyang Widhi udah bilang siap, ya pasti dikasih. Hmmm *sebuah renungan

Ngomong-ngomong soal malas, belakangan ini saya sering sekali merasa mual, dan kalau sudah begitu rasanya badan beraaaaat banget buat dibawa kerja. Kenapa ya?? apa ibu-ibu lain juga gitu? Tapi saya merasa berdosa kalau badan saya dibuat tidur-tiduran mulu. Meskipun badan ini juga perlu apalagi ibu hamil, hanya saja takut kebablasan.hihi

Lalu saya mulai gak bisa ngebedain yang mana mual karena hamil dan mual karena kekenyangan, rasanya sama, dan makin sering. Napsu makan saya berkurang diikuti dengan berat badan saya yang malah semakin naik bukan berkurang. Dan satu lagi, saya menjadi malas gosok gigi, karena tiap kali gosok gigi dan menundukan badan, badan saya ini jadi tambah mual, walau begitu saya belum pernah absen gosok gigi sih. Itu menjadi tantangan tersendiri yang harus saya lewai setiap hari selama 9 bulan. *tarik napas

Saya juga jadi tambah sering buang angin ;p

Untungnya dokter memberikan beberapa vitamin dan obat supaya gak mual-mual mulu. Sepertinya saya juga akan melanjutkan minum Brand’s Saripati Ayam, walaupun rasanya gak enak dan awal-awal bikin mual tapi efeknya saya akui bagus buat menjaga stamina tubuh.

Baca juga  Kisah Bumil menghadapi trimester awal kehamilan

Merasa bertanggung-jawab penuh atas janin yang ada di tubuh saya ini, saya mulai mencari-cari hal-hal penting buat bumil, seperti makanan yang cocok untuk ibu hamil, kosmetik yang tidk boleh digunakan, dan lain-lain. Semoga janinnya sehat dan gizinya tercukupi

Doakan saya dan suami saya yaaaa supaya kelak bisa jadi orangtua yang bijak dan penuh kasih sayang. Selamat datang di rahim ibu, dedek bayi :’)

Sumber : lintas.me

Sumber : lintas.me