Siap untuk pesta selanjutnya gadis kecil? Cari sebuah titik balik dan temukan aku disana.Teror itu datang bertubi-tubi pada Arumi setelah kematian sang ayah.

Semuanya belum selesai, bahkan baru saja dimulai tepat ketika ayahnya ditemukan bunuh diri pada malam tahun baru. Bersama dengan Era dan Alana – anak-anak dari sahabat ayahnya, serta Gara seorang polisi muda, Arumi mulai menyelusuri kejanggalan demi kejanggalan.

Armand Rahardja adalah seorang pengusaha sukses dan kaya raya, namun meninggalkan banyak misteri dari kematiannya dan seorang diluar sana mungkin saja sedang mengincar nyawa dari mereka yang tersisa.

Sebuah tragedi dari masa lalu memaksa masuk kembali ke dalam hidup mereka, menuntut keadilan yang dulu tak pernah ditegakkan.

Judul : Januari : Flashback

Penulis : Cherry Zhang, Petronela Putri, Pia Devina

Penerbit : Grasindo

Tahun Tebit : 2015

Jumlah Halaman : 200

ISBN : 978-602-251-867-9

Genre : Drama -Thriller

Review:

Lagi-lagi sesuatu yang berbau misteri, thriller dan crime, hehe…

Sebenernya buku ini hadiah waktu saya berhasil menjawab pertanyaan saat mengikuti workshop ‘From Blogger to Writer’ yang diselenggarakan oleh Komunitas Blog Buku Indonesia (KBBI). Tertarik lebih buat baca karena di workshop tersebut mengundang salah satu Penulis dari buku ini, yaitu Petronela Putri.

Petronela Putri bercerita bahwa ia memiliki ketertarikan terhadap cerita-cerita berbau misteri dan thriller. Karena gak banyak Novel Indonesia yang ber-genre thriller/ crime/ Misteri, jadi saya tertarik buat baca buku ini, dan penasaran sama ide cerita yang dibangun oleh si penulis. Dulu sekali, waktu masih SMA, saya pernah baca novel thriller Indonesia, saya lupa judulnya, tapi ceritanya cukup bagus dan gak gampang ditebak. Bagi saya, salah satu keunggulan cerita thriller /crime adalah jalan ceritanya yang gak gampang ditebak, serta twist-twist yang bikin pembacanya mengalami ‘O moment’.

Jadi, Januari : Flashback ini bercerita dari 3 sudut pandang,  yaitu sudut pandang  Arumi, Era dan Alana. Mereka bertiga saling kenal karena para orang tua mereka bersahabat sejak muda. Setelah Ayah Arumi, Armand Rahardja, ditemukan tewas bunuh diri pada saat malam tahun baru, mereka bertiga terus-menerus mendapatkan terror berupa bingkisan yang isinya selalu berdarah-darah. Mereka dibantu oleh Gara, seorang polisi muda, untuk mengungkap penyelidikan kematian Ayah Arumi dan terror-terror yang meresahkan mereka.

Baca juga  Saya dan Buku dalam rangka Hari Buku Sedunia

Penyelidikan demi penyelidikan membawa mereka pada suatu rahasia yang telah disimpan oleh orang tua mereka sejak dulu.

Seperti yang sudah saya bilang, bukan cerita thriller kalau gak ada twist-nya, buat kita menebak-nebak siapa pelakunya, dan Novel Januari : Flashback ini memberikan itu. Dengan bahasa yang mudah dicerna dan alurnya mudah dipahami, novel ini berhasil membuat saya penasaran, dan ingin terus beralih ke halaman selanjutnya hingga selesai.

Bagi saya, Januari : Flasback menyuguhan cerita Drama Thriller yang tergolong ringan dan masih mudah diikuti serta memiliki bobot tersendiri dalam ide cerita dan pendalaman karakternya. Bagi yang baru mau coba-coba baca novel thriller Indonesia, gak ada salahnya untuk memilih novel ini.

Untuk itu saya berikan ponten 3/5. Salute buat ketiga penulis yang bisa menyatukan 3 pikiran-nya dalam 1 karya tulis, novel.