Judul : Orientasi Rasa

Penulis : Maria Dorotea

Penerbit : stevia publisher – nulisbuku.com

Tahun Terbit : 2014

Jumlah Halaman : 177

Pertanyaan tentang rasa akan berujung saat kita mau mencecapnya. Ini adalah kisah tentangnya. Baik Nita dan Pria bergumul atas perasaan dihati mereka. Mungkin mereka tak mampu mendeskripsikan perasaan apa itu. Bisa jadi mereka berusaha meniadakan rasa yang telah mereka cecap dan ketahui. Perjalanan waktu adalah proses orientasi atas rasa di dalam hati mereka masing-masing. Hingga mereka tiba pada satu kesadaran dan keputusan untuk mengambil sikap atas rasa itu.

Review :

Sudah hampir 6 bulan buku berjudul ‘Orientasi Rasa’ ini bertengger di rak buku saya. Kenapa?? saya menunggu waktu yang tepat buat membacanya, biar gak terdistraksi sama hal-hal lain, hehehe *alesan aja gw* Kalau terus menerus menyalahkan kerjaan, sepertinya saya gak bijak banget yaa. Baiklah, serius niii karena saya kenal penulisnya, Kak Maria Dorotea atau Kak Tea, seorang kak Tea pasti menulis sesuatu dari hatinya dan saya menunggu waktu yang tepat untuk membaca karyanya yang saya tebak bakal memperkaya pikiran dan hati saya, hihihi

Cerita sedikit soal penulis.

Sesuatu yang dikerjakan dari hati, patut diapresiasi. Membicarakan soal cita dan mimpi bersama kak Tea selalu menjadi bahan pembicaraan yang menarik, bukan hanya itu kadang ia juga memberikan penerangan ketika saya tidak mengerti dengan materi perkuliahan, ia juga seorang yang religius dan terbuka. Untuk itu, sebagai seorang yang selalu mengagumi tulisannya, kurang afdol kalau saya hanya membaca saja, tanpa memberikan masukan / review mengenai karyanya ini.

Banyak keunikan dalam suatu buku, ada yang mengedepankan keunikan cerita, baik dari sisi genrenya ataupun plotnya, dari pesan-pesannya, bisa juga dari bagian ‘twist-twist’-nya. Kalau bukunya kak Tea, yang berjudul Orientasi Rasa ini menceritakan kisah percintaan, dimana tokoh utamanya, Nita and Pria, bergumul atas perasaan hati mereka. Tampaknya hal ini dekat dengan kehidupan kita.

Baca juga  Keseruan Rayan bermain di Kidzooona | Playground Jakarta

Tokoh Utama 1, Nita, memiliki perasaan terhadap teman sekelasnya bernama Pria sejak pandangan pertama. Namun perasaan tersebut hanya ia pendam sendiri. Apa ya kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikannya??Pemuja rahasia?? hmmm, kurang cocok deh, barangkali seperti lagunya Tulus yang berjudul ‘Mengagumi Mu Dari Jauh’. Walaupun perasaan terhadap Pria selalu bermukim di hatinya, Nita tetap membuka hati pada tawaran cinta lainnya dan menjalin hubungan asmara anak muda.

Sementara Tokoh Utama 2, Pria, layaknya seorang pria, ia merupakan sosok pria yang mudah terpesona dengan lawan jenisnya.  Sebelum terpesona dengan pribadi Nita, ia pernah mendaratkan hatinya pada beberapa perempuan, namun berakhir karena satu dan lain hal.

Mungkin sekilas, seperti proses sebuah pencarian jodoh ya, hehehe namun yang unik, Kak tea menceritakannya dengan bahasa yang luar biasa. Kak Tea sangat menunjukan  keterampilannya dalam memainkan kata, membuat pembaca tidak bosan. Kak Tea memilih mengambil 2 sudut pandang kedua pemeran utama, yaitu sudut pandang Nita dan Pria. Lebih banyak mengekspos pergumulan hati dan bersifat deskriptif ketimbang dialog-dialog.

Gaya bahasanya rapih dan memiliki rima. Salah satu contoh :

Kita menepi dari gempitanya pertandingan bola. Obrolan kita begitu asik dan mengalir mesra.

Bagi saya yang juga menyukai permainan kata, membaca buku kak Tea membuat saya semakin bersemangat menyelusuri setiap lembarnya. Sangat kaya dengan permainan kata, seolah-olah saya sedang berbicara dengan kak Tea. This book is very represent you. You put your value in here. Salute!!!

Dari dulu sampai sekarang selalu salut sama orang satu ini, selalu sukses menterjemahkan dirinya dalam berbagai hal. Cita-cita aku yang belom kesampean, pengen banget bisa menghasilkan karya yang merepresentasikan aku tapi gak terlalu aku juga..hahaha binggung kan?? hanya saja kadang saya mengalami disorientasi arah melihat diri saya sendiri, hahaha.

Baca juga  Manjakan Diri Sejenak di Inan Salon – Salon khusus Wanita

Selamat atas bukunya kak, aku kasih ponten 4.5/5.

Sukses dan bahagia terus yaa. Doaku padamu, hehe

Eitts, bukunya belum kau tanda tangan loh kak, utaang pokoknya!!

Quote :

Tok..tok..tok.. Permisi, ini ada bingkisan cinta untukmu, bersediakah kamu terima? Di dalamnya akan ada bahagia, meski kamu dan aku berbeda, aku ikat bingkisan itu pula dengan janjiku. Nantinya kita bisa berkomitmen diatas iman yang sama. Semua seperti pintamu saja – hal 85

Semakin aku mencerna makna dibalik tandanya, aku berteman binggung. Tanda itu tak pernah bernyawa, tanpa hadir Priyatna yang memberikan nyawa. – hal 79

Pribadiku membuatmu jatuh cinta. Karena cinta telah jatuh pada pribadi yang bagus, maka niatmu menjalinkan itu dengan cintaku. Lantas bagaimana dengan aku?? Katamu, sudah letih kamu dicap menjadi negatif, kamu mau belajar lebih baik. Aku tangkap maksudmu. Dalam bentuk rayuan-rayuanmu, kamu gandeng aku. Supaya rontok semua yang dilekatkan padamu. Diriku yang tengah digentayangi kemanusiawianku ini lantas luluh dalam ajakan Da’an menjalin hubugan. – hal 87

Mencintai perempuan yang hebat tentu menuntut perjuanganku yang lebih dari biasa. Sedang ku lakukan kini. Ku tata diriku, ku persiapkan jamuan yang terbaik menurut dirinya, dan ku persembahkan bahagia sesuai definisi bahagianya. Semua sesuai maunya. Sesuai harapannya. – hal 97

Berhentilah angin. Biar panas saja. Semakin memanas. Kawinkan panas dengan ku, biar beradu saling memanasi. Apa gunanya sepoi-sepoimu bila lantas sampaikan berita ini. – hal 106

Bukan salah cinta karena menyakitimu.  Salahmu sendiri tak pernah berani jujur mengakui bahwa ia hadir di hatimu. – hal 145

Apa yang mampu aku lakukan adalah berdoa untuknya. Itu kekuatan terbesar yang mampu menjangkaunya. Dengan siapapun ia menjalin hubungan, biar Tuhan kiranya jagai pergaulannya. Biar kemurniannya sebagai seorang gadis tetap utuh. Dan dimanapun dirinya berada, dia menjadi alat berkat Tuhan untuk sesamanya. – hal 169

Baca juga  Membaca Potensi Diri Melalui Sidik Jari

Please ignore this :

Kalau ada quote dari buku ini yang tepat untuk menterjemahkan perasaan ku sekarang, mungkin ini:

‘Aku selalu tau aku tidak pernah mau beranjak bila bersama Nita. Seperti nonton film berseri’ – Teruntuk abang suami