Sebenernya saya bukan termasuk yang menunggu-nunggu kisah kelanjutan Rangga dan Cinta di film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2.

Saya udah cukup puas dengan ending AADC 1 dan saya menganggap AADC sudah selesai, nggak ada kelanjutan / sequel-nya lagi (kalau yang sinetron itu nggak termasuk yaa).  Miles pun sepertinya juga nggak berencana membuat kelanjutan dari AADC 1. Rasa-rasanya nggak mungkin kalau sejak awal (thn 2002 silam) Miles sengaja membuat penonton AADC menunggu selama 14 tahun. Hmmmm..

Kalau pendapat saya, adanya AADC 2 tidak lepas dari adanya short movie iklan Line sehingga AADC kembali muncul ke permukaan. Melihat antusias serta tanggapan positif masyarakat tentang  AADC 2, pasti mendorong segenap crew Miles kerja rodi membangun kelanjutan kisah Rangga dan Cinta. Hmmm (mulai sotoy, ahhahaha)

Jadi kalau kemarin saya nonton AADC 2, bukan karena saya penasaran banget dan menaruh ekspektasi yang tingga buat kelanjutan cerita AADC 2 ini, bukan!!! Saya hanya ingin bernostalgia, walau bagaimana pun AADC memiliki histori bagi remaja 90-an (kala itu). Hihihi, (padahal mah, saya tahun 2002 juga masih SD, udah bisa dibilang remaja belom? 😀 Kalau nggak salah waktu AADC tayang, saya masih kelas 5 SD, hahaha). Selain nostalgia-nya remaja 90’an, AADC juga menjadi salah satu pioneer majunya per-film-an Indonesia. Bisa dibilang, AADC menjadi alasan para remaja (kala itu) buat nonton ke di bioskop. 😀 So sweet banget ya!!!

Jadi, walaupun bukan bagian dari artis atau crew filmnya, saya pun juga ingin menjadi bagian dari AADC, dengan menuliskan opini saya tentang ‘Pelajaran yang dapat diambil dari AADC 2’, hehehe (emang bisa begitu??? Maksain banget yak!!)

Eh, Spoiler nggak ya?? Soalnya Dian Sastro pernah mengecam mereka yang membocorkan spoiler AADC 2.

“Cinta, kamu tahu nggak sih ternyata ada yang lebih jahat dari saya, yaitu golongan orang-orang spoilers, yang suka ngasih bocoran nggak kira-kira. Saya nggak ngerti, deh kenapa mereka sejahat itu!? Nggak fair tahu nggak, sih?”

“Terus salah siapa, salah teman-teman gue, salah penggemar gue, followers IG gue?” kata Cinta nggak bisa nahan emosi. http://www.tribunnews.com/seleb/2016/05/03/dian-sastro-ancam-penonton-aadc-2-yang-berisik-bocorkan-isi-filmnya?page=2

Terus di IG-nya Dian Sastro juga membuat status

“I’m blocking anybody who spoils our movie!”

Tapi nggak lah ya, kan sekarang sudah sebulan AADC 2 tayang sejak dirilis kamis (28/4) lalu. Udah lebih dari 3 juta orang mendahului saya nonton ni film. Jadi resmi yaa saya nggak spoiler, yaaa!!! Jangan diomelin, yaaa!!! Jangan di block juga blog saya!!! Plisss!!!

Jadi, apa 7 Pesan Sarat Makna yang saya tangkap dari Film Ada Apa Dengan Cinta / AADC 2 itu?

  1. Semesta berkonspirasi

Setelah 14 tahun dan ratusan purnama berlalu, akhirnya Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) bertemu kembali. Serendipity. Yup, Serendipity adalah sebuah kata yang tepat menggambarkan pertemuan mereka, walaupun sebenarnya ada campur tangan teman-nya Cinta juga, tapi tetap aja Milly dan Karmen bisa ketemu Rangga kan juga nggak disengaja.

Serendipity : A very good coincidence, often leading to something really awesome. – Clarrissa Langley (Urban Dictionary)

Serendipity AADC 2

Sebelum kembali ke Indonesia, terusik kembali Cinta di pikiran Rangga, begitu pula sebaliknya Cinta. Tidak hanya itu, pertanda kecil seperti buku ‘Aku’ juga membuat mereka mengenang kejadian masa lalu. Memang rasanya aneh kalau Rangga datang ke Indonesia hanya karena pertanda-pertanda akan Cinta yang belum jelas, terlebih Rangga tipe cowo yang sangat logis. Kemudian muncul adik tiri Rangga (Dimi Cindyastira) yang memberikan kabar mengenai sang Ibu. Hal ini lah yang memperkuat Rangga untuk kembali ke Indonesia. Untuk menemui sang Ibu di Yogyakarta, dan mencaritahu kabar cinta-nya. Sedangkan Cinta and the geng sedang berlibur ke Yogyakarta, juga dalam rangka Cinta menghadiri pameran dari seniman ternama.

Aku. Foto : AADC2.com

Aku. Foto : AADC2.com

Semesta berkonspirasi. Dari dulu saya percaya, untuk segala cita-cita, keinginan dan permohonan terdalam, untuk segala usaha dan tindakan kita, untuk segala hal yang tak bisa dijelaskan hanya bisa dirasakan, disitulah semesta bekerja. Ia berkonspirasi mewujudkan mimpi-mimpi terdalam di diri seseorang. Bukan saya tipe tak mau bekerja keras dan membiarkan semesta bekerja dengan sendirinya, bukan begitu seharusnya semesta bekerja, meskipun tidak ada rumus pasti. Selain keinginan terdalam yang terekam alam bawah sadar, semesta pasti juga menyadari setiap usaha dan tindakan mulia kita sehingga dengan cara yang tak bisa di jelaskan, Ia membuka jalan.

Sekalipun mimpi sudah terkubur, kalau semesta membaca usaha dan tindakan kita yang menuju ke sana, insyaAllah tidak ada yang tidak mungkin. Istilah lainnya “Kalau jodoh, nggak kemana”.

Walaupun begitu, tetap harus disertai usaha, seperti Rangga saat akhir cerita yang menyadari bahwa ia harus mengejar dan mempertanyakan cinta-nya. Melalui puisi Rangga kembali mengutarakan perasaannya. Potongan puisi Rangga :

Lihat tanda tanya itu jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.

 

  1. Persahabatan bagai kepompong

AADC dengan Geng Cinta tentu mengajarkan kita akan persahabatan. Terasa sekali di AADC 1, mereka sangat sohib. Jika ada salah satu yang dirundung masalah, maka yang lain akan membantu dan saling mendukung. Sahabat kala senang dan sedih.

Lebih dari itu, setelah 14 tahun berlalu pun mereka masih menyempatkan untuk berkumpul dan bernostalgia. Tampaknya nostalgia geng Cinta, juga menjadi nostalgia penonton akan persahabatan jaman masih SMA.

persahabatan AADC

Foto : AADC2.com

Walaupun Karmen sempat menjauh dan salah pergaulan, juga masing-masing dari mereka pernah sibuk sendiri-sendiri tapi mereka meluangkan waktu untuk bertemu.

Saya menyadari, mungkin se-perfect-perfect-nya persahabatan, jarak dan waktu bisa saja mengubah seseorang, sekalipun pribadi mereka tidak berubah. Maksud saya, perbedaan jarak membuat orang jarang bertemu, pembicaraan jadi nggak se-intens dan gak se-intim dulu waktu masih sekelas.

Itu-pun saya alami, nggak usah jauh-jauh, selepas wisuda, saya kembali ke Jakarta dan meninggalkan kota Salatiga, meninggalkan sahabat-sahabat saya. Beberapa dari mereka juga sudah meninggalkan kota Salatiga, menjalani kehidupan masing-masing, ada yang bekerja, ada menikah, ada yang pindah-pindah kerjaan, ada pula yang meneruskan pendidikan. Jarak nggak memungkinkan untuk kami bisa bertemu se-intens dulu.

Saya sangat sadar bahwa hidup terus berjalan, pengalaman bertambah, bertemu dengan wajah-wajah baru. Walaupun masa-masa dulu itu sangat manis dan membuat rindu tapi keadaan nggak memungkinkan untuk bisa berkomunikasi se-intens dulu. Saya juga sudah sangat bersukur jika sekali-kali masih berbincang melalui sosmed / WA, dan mengetahui kabar  dari foto atau status mereka di sosmed. 🙂 Tapi,  jika waktu memungkinkan untuk kami bersilaturahmi, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.

Sekarang, hanya Maya, sahabat yang tinggal satu kota dengan saya, yang paling memungkinkan untuk diajak kopi darat. Itu pun nggak sesering dulu waktu masih kuliah, setidaknya saya bahagia karena masih menjalin tali silaturahmi dengan sahabat saya satu itu. 🙂 Dan saya juga bersyukur untuk wajah-wajah baru yang saya temui. Bersyukur untuk pertemanan ini. 😀

  1. Sedalam-dalamnya orang terjatuh, bagaimanapun ia tetap berhak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Hidup ideal adalah dambaan setiap orang, lahir di keluarga baik-baik dan berkecukupan, mendapatkan pendidikan yang baik, persahabatan baik, karir cemerlang, menikahi orang yang tepat, lalu punya keluarga lagi, jauh dari masalah ekonomi. Siapa yang mampu menolak? Meski hidup ideal sekalipun tak lepas juga dari masalah / krikil-krikil kecil, tapi setidaknya orang beruntung itu memiliki hidup yang lebih beruntung, seperti kehidupan yang dimiliki Cinta.

Berbeda dengan Alya yang keluarganya berantakan, sering dipukulin bapak-nya, bahkan nyaris mati gara-gara bunuh diri, nggak tahan sama cobaan yang dihadapi. Sedangkan di AADC 2, peliknya hidup juga dirasakan oleh Karmen (Adina Wirasti). Disinggung sedikit, bahwa Karmen telah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya, mulai dari salah pergaulan, kemudian diciduk polisi disangka nge-drugs, lalu yang lebih menyakitkan ia mendapati suaminya telah berselingkuh dan meninggalkannya. Berat? Banget!!!

Namun bagi saya, setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang layak, sekalipun ia jatuh bertubi-tubi. Asal ada kemauan untuk menjadi lebih baik. Seperti Karmen, meskipun diawal ia tampak minder dengan Cinta, Maura (Titi Kamal) dan Milly ( Sissy Priscillia), tapi ia merasakan ketulusan dari teman-temannya. Ia berhak memperoleh lagi persahabatan itu. Ia berhak untuk mendapatkan kehidupan barunya yang lebih baik.

Sumber : Rappler.com

Sumber : Rappler.com

Saya sedih waktu mendengar peristiwa seorang anak PSK yang dicemooh teman-temannya, bahkan hidupnya dianggap tak berharga oleh lingkungannya, lantas ia pun diperkosa. Gilaaak!!! Sedih saya :”( wooooii idup orang bukan elu yang berhak nentuin berharga atau nggak-nya, woiii!!! Bukan karena dia anak PSK, kemudian elu bisa semena-mena gitu sama hidupnya dia, gila kaliii.

Anak itu berhak, sangat berhak memperoleh kehidupan yang layak, persahabatan yang baik, suami dan keluarga yang bahagia kelak. Janganlah kalian tega merampas kehidupannya, sekalipun ia anak seorang PSK atau anak tukang korupsi atau anak siapapun. Seorang PSK pun, jika ia mau, ia berhak memperoleh kehidupan yang lebih baik. Mungkin di budaya kita masih terasa sekali sanksi sosial dari lingkungan, menimbulkan efek malu, rendah diri dan jera bagi seseorang yang bersalah bahkan keluarganya. Namun bukan berarti kita boleh semena-mena terhadap hidupnya. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, memperbaiki kesalahannya, serta memperoleh hidup yang lebih baik.

Tapi kalau untuk pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sadis, hmmmm saya nggak berani berkomentar, mereka bisa saja taubat, tapi yang jelas mereka harus dihukum seberat-beratnya karena mereka telah merenggut kehidupan si korban. Justru jika korban pemerkosaan-nya masih hidup, ia yang harus di bina agar ia bisa bangkit kembali. Memang tidak mudah menghapus bayang-bayang masa lalu, tapi ia berhak memperoleh kehidupan yang lebih baik.

*duh topiknya jadi melebar, padahal lagi ngomongin AADC. Jujur, saya jadi mengkaitkan satu dengan yang lainnya, mengkaitkan dengan keresahan saya setiap menonton tv, kesedihan saya ketika melihat berita pemerkosaan dan pembunuhan yang semakin menjamur. :’(

  1. Nggak malu untuk mengakui kesalahan dan minta maaf.

“Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat”, kalimat yang dilontarkan Cinta di AADC 2 ini menjadi cukup berkesan di telinga kita, bukan begitu? Apalagi setelah dibuat ke dalam meme, hehehe. Kalimat itu juga yang mewakili perasaan marah dan luka yang diterima Cinta setelah Rangga memutuskan hubungan mereka tanpa kejelasan. Memang apa yang telah dilakukan Rangga terhdap Cinta sulit untuk dimaafkan, namun setelah Rangga dengan sungguh-sungguh meminta maaf disertai dengan penjelasan, akhirnya Cinta menerima permintaan maaf Rangga.

Rangga da Cinta. Sumber : Arsip Miles Film

Rangga dan Cinta. Sumber : Arsip Miles Film

Mereka bahkan memutuskan untuk berteman dan saling bercerita apa yang terjadi pada kehidupan mereka masing-masing. Mungkin disatu sisi, Cinta ingin membuktikan kepada Rangga bahwa dirinya sudah move on dan menemukan cinta-nya yaitu Trian, sehingga perasaan sakit yang dulu ia rasakan sudah ia lupakan dan tidak penting lagi. Dalam hal ini, tentunya 14 tahun cukup untuk membangun sebuah karakter yang lebih matang, kedewasaan Cinta dan Rangga juga mempengaruhi aksi dan reaksi mereka dalam menyelesaikan masalah, mengendalikan emosi, dan memaafkan kesalahan.

Dalam film AADC 2, banyak sekali poin pembelajaran mengenai ‘Jangan gengsi untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan’. Bukan hanya persoalan hubungan Rangga dan Cinta saja, tapi film AADC 2 juga diwarnai dengan permasalahan lainnya, seperti persahabatan Cinta and the geng dan keluarga Rangga.

Ada satu adegan dimana terjadi pertengkaran antara Cinta dan Karmen. Cinta menjadi lepas kendali sehingga terlontar kata-kata Cinta yang menyinggung perasaan Karmen. Karena menyadari kesalahannya, Cinta pun segera meminta maaf kepada Karmen, dan disambut baik oleh Karmen. Setiap masalah masti ada penyelesaiannya. Dalam hal ini, permintaan maaf Cinta adalah penyelesaiannya, dan persahabatan yang kuat tentu akan saling memaafkan, memberi juga menerima. 🙂

Cinta vs KarmenFoto : AADC2.com

Cinta vs Karmen Foto : AADC2.com

Tersinggung dengan perkataan orang lain mungkin salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Buat beberapa orang nggak mudah untuk memaafkan orang yang telah menyakiti perasaannya, tapi ada juga orang dengan tipe cuek dan mudah memaafkan sehingga nggak terlalu dibawa ke hati. Namanya juga orang, beda-beda sifatnya. Namun, apabila kita merasa bersalah karena telah menyakiti orang lain, sebaiknya segera meminta maaf, seperti yang dilakukan Cinta terhadap Karmen. Agar tidak ada dusta diantara kita. 😀

Begitu pula permasalahan Rangga dan Ibunya. Dalam AADC 1 tak pernah disinggung kisah Rangga dengan Ibunya. Namun di AADC 2, kisah Rangga dan Ibunya menjadi kisah minor yang membuka sisi lain kehidupan Rangga, selain kisahnya dengan Cinta. Meski tak mudah bagi Rangga untuk memaafkan Ibu yang telah meninggalkannya saat ia masih kecil, namun dalam diri Rangga masih tersisa kasih seorang anak yang merindukan kehadiran sang Ibu. Keputusan yang sangat bijak dari seorang Rangga adalah menyampingkan egonya dan menerima sang ibu, diperlihatkan pula pemandangan manis saat Rangga makan bersama keluarga besarnya.

Tentu saja adegan ini menjadi salah satu surprise bagi penonton. Belum lagi kharisma Rangga yang semakin terpancar berpuluh-puluh kali lipat, hahaha.. siapa yang menyangka bahwa cowok se-serius dan se-dingin Rangga adalah bagian dari keluarga yang hangat.  Udah ganteng, smart, misterius, nggak ganjen dan pecicilan, suka puisi, sayang keluarga, waahhh tokoh Rangga makin jadi lelaki idaman kaum hawa ajahh!!! Siap-siap ya cowok-cowok diluar sana karena standart cowok idaman cewe-cewe jaman sekarang adalah yang kayak Rangga, hahahaha..

Tatapannya itu lohhh. Foto : uniqpost.com

Tatapannya itu lohhh. Foto : uniqpost.com

  1. Rangga, si cuek yang baik hati

Dari AADC 1, karakter Rangga memang digambarkan sebagai karakter cowok yang sulit didekati, sulit dijangkau, hanya cewek tertentu macam Cinta saja yang bisa menjangkau wilayahnya, bahkan Cinta pun nggak langsung suka, pertamanya benci dulu karena Rangga dinilai terlalu arogan. Kemudian karena sama-sama suka puisi jadi se-frekuensi, dan timbulkah benih-benih cinta. Uhuyy!!!

Di AADC 1, saya cukup terkesan dengan Rangga yang berteman baik dengan pak Wardiman atau pun bapak pemilik toko buku di Kwitang. Saya jadi bertanya-tanya kenapa sih Rangga mengasingkan diri dari teman-teman sekolahnya, teman-taman yang seumuran dan berteman baik dengan orang-orang tak terduga seperti Pak Wardiman, which is good also karena nggak membeda-bedakan orang dan lapisan sosial seseorang, hanya saja kenapa harus menjadi seorang kuper dulu ya?? Apa segitu aneh-nya kah Rangga?

Saya mendapatkan sedikit jawaban ketika menonton bincang santai Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo di Fimela Network (Youtube). Dalam menjelaskan karakter Rangga, Nicholas Saputra menyatakan bahwa ia menyukai karakter Rangga yang nggak takut sendiri. Sejak umur belasan, Rangga nggak takut untuk menjadi berbeda, melakukan apa-apa sendiri, bahkan nggak takut nggak punya temen.

Dian : Tell me satu atau dua hal yang ada di pikiran Rangga yang kita semua nggak nyangka bahwa itu ada di pikiran Rangga?”

 

Nicho: “That he’s actually loves people so much, dia tuh sebenarnya anti dengan segala mainstream, segala kemapanan. But actually, he loves people, she loves people behavior. Di film yang pertama (AADC 1), dia baca Soe Hok Gie soalnya, Soe Hok Gie is a humanist. He (Rangga) would respect humanity. Maybe he doesn’t like to be mainstream, tapi he loves manusia. Buat dia itu penting banget.

 

Dian : Example ??

 

Nicho : (Sejenak berfikir) Maksudnya he would do something yang…he would help, dia akan menolong orang yang susah. No matter dia kenal, nggak, benci, seneng, dia pasti bantu. Mungkin dia nggak seneng sama geng Borne gitu misalnya, tapi kalau geng Borne ada yang ketindas ya dia pasti bantuin.

 

Dian : Waaaa

Begitulah penjelasan singkat Nicholas Saputra tentang Rangga, si cuek yang baik hati. Kemudian, pikiran saya jadi mengarah ke orang-orang Idealis. Kata abang, untuk beberapa hal saya orangnya cukup Idealis. Hmmmmm. Termasuk dalam hal menulis. Untuk lebih tau penjelasan orang-orang idealis, bisa di googling ya 😀

Anyway, saya senang mendengar deskripsi nicho tentang Rangga yang tetap mau menolong orang sekalipun ia nggak suka orang tersebut. Orang-orang kayak begini harus diperbanyak di bumi ini. 😀 #teamRangga

Seketika meleleh...

Seketika meleleh…

  1. Kadang yang tempat sederhana sekalipun bisa menjadi romantis, asal dilalui dengan orang yang dicintai.

Coba bayangkan tempat-tempat romantis, seperti candle light dinner dengan lilin-lilin di restoran ternama, bali dan pantainya, dinner di tepi pantai, menara Eiffel, tempat wisata eksotis, praha, rooftop restoran atau rumah sendiri, atau warung pinggir jalan dengan alunan akustik gitar atau sekedar makan malam di sofa empuk sambil menonton serial tv favorit. Yup, semua benar, jika bersama orang yang kita cintai semua bisa menjadi tempat romantis. Melalui film AADC 2, kita diingatkan kembali bahwa dimana saja bisa menjadi romantis dan berkesan jika bersama orang yang kita cintai. Catet!!!

Menurut saya, Yogyakarta adalah pilihan yang tepat untuk Rangga dan Cinta dipertemukan kembali, walaupun liburan ke yogya terkesan sedikit mainstream, tapi Yogya selalu membuat siapa pun rindu untuk kembali dan mengecap kesederhanaan, keramahan, dan keromantisan kota itu. 😀 Walaupun orang-orang pada bilang Yogya udah nggak beda jauh sama Jakarta namun tetap saja nggak mengurungkan niat saya untuk bisa hidup dan menjadi bagian dari kota Yogya kelak.

Di AADC 2, saya cukup menikmati perjalanan sehari semalam Rangga dan Cinta. Mereka tidak memilih tempat-tempat wisata ternama di Yogya, melainkan tempat-tempat sederhana yang kurang dijamah, seperti menikmati sate kambing di warung kecil, Istana Ratu Boko, menonton pertunjukan papermoon puppet, minum kopi di cafe, punthuk setumbu dan Gereja Ayam atau rumah doa bukit Rhema. Perjalanan mengunjungi tempat-tempat tersebut sukses menumbuhkan kembali benih-benih cinta Rangga dan Cinta yang tadinya sudah hampir terkubur.

Rangga dan Cinta di Istana Ratu Boko . Foto : showbiz.liputan6.co.id

Rangga dan Cinta di Istana Ratu Boko . Foto : showbiz.liputan6.co.id

Foto : femina.co.id

Foto : femina.co.id

 

Saya jadi ingat beberapa tahun lalu, waktu keinginan saya masih menggebu-gebu ingin berkelana kemana-mana sendiri. Saya akhirnya memperoleh kesempatan ke Manila, The Philippines selama 2 bulan, sebelumnya ke Singapore. Ini bagus buat saya belajar mandiri, belajar banyak hal, seperti budaya, bahasa, masyarakat (seperti tujuan kebanyakan orang-orang ber-travelling sambil menimba ilmu), namun sisi kecil dalam diri saya merindukan kebersamaan dengan orang yang saya cintai. Rasanya ini semua nggak ada artinya kalau nggak ada dia. 😀 Mendadak merasa sepi sendiri. Hahaha. Sejak saat itu saya merasa harus bersama dengannya. Nyicil mimpi-mimpi kami bersama. 🙂

  1. Romantic kissing

Di AADC 1 dan AADC 2 kita akan menjumpai adegan kissing Cinta dan Rangga, bedanya kalau AADC 2 lebih sedikit tergesa-gesa tapi masih tetap manis karena kisah mereka yang manis. Ada kisah dibalik setiap ciuman. hahaha

Saya suka dengan adegan kissing. Jangan dulu menganggap saya porno, huh apa yang salah dengan kissing?? bagi saya kissing itu romantis dan manusiawi. Di kebanyakan film luar, adegan kissing digambarkan dengan sangat manis dan romantis, beberapa bergairah. Sedangkan di Indonesia, mungkin adegan kissing masih dianggap tabu bahkan porno. Sayang sekali. Tolong bedakan antara Romantis dan Porno, bagi saya kissing itu lebih ke arah romantis, mengutarakan kasih sayang seseorang. Mungkin kisah dibalik ciuman juga mempengaruhi penilaian apakah ciuman itu romantis atau porno. Hmmmm

Ini bukan kissing sih, tapi moment-nya romantis, manis. Suka ngeliatnya :D Foto : rapplerdotcom

Ini bukan kissing sih, tapi moment-nya romantis, manis. Suka ngeliatnya 😀 Foto : rapplerdotcom

Untuk menciptakan kissing yang romantis itu, harus sama-sama cinta, nggak ada pemaksaan. Harus dua orang yang saling mencintai, disertai dengan kisah cinta dibaliknya. Seperti 2 orang yang rindu karena lama tak bertemu, atau kissing di suatu perjalanan wisata atau sepasang suami istri yang akhirnya menikah juga. Hahahaha.. opini macam apa iniiiih!!!! Saya rasa kamu tau apa yang saya maksud 😀

Kalau di Indonesia, akan terlihat aneh jika kissing di tempat umum, beda budaya sama di barat, saya pun menghormati itu. Tapi, kalau saya punya kesempatan ke luar negeri ke negara bagian US atau Europe, sekali-sekali saya mau coba kissing di luar ah (ditempat umum gitu) sama suami dong, biar kayak di film-film. hihihi. Cita-cita yang aneh, bukan? wkwkwk kissing di bawah sinar rembulan, atau di bawah lampu jalanan yang redup-redup gamang, atau ditengah dinginnya salju yang turun perlahan, dibawah menara Eiffel, and so on, hahahha

Begitulah 7 pesan sarat makna yang dapat dipelajari setelah saya menonton film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Cukup berkesan, nggak nyangka aja kalau kisah Rangga dan Cinta berbuah manis dalam 1 malam, Milly bisa jadi istri Mamet, kisah perjalanan hidup Karmen yang pelik, Maura dengan keluarga manis nya, dan kisah Rangga dengan Ibunya, hal-hal tersebut mengingatkan bahwa dalam hidup apa saja dapat terjadi, manis, pahit, penyesalan, bahkan sesuatu yang tidak kita duga. Nice movie, nice story by the way.  

Binggung nih mau mengakhirinya gimana..hahaha, kalau pakai kalimat persuasif ‘film ini recommended, bla bla bla’ kayaknya udah banyak juga masyarakat Indonesia yang udah nonton tanpa disuruh. Selamat AADC 2 dan Miles Production atas 3 juta lebih penontonnya. 🙂

 

Baca juga  Ketika Si Penonton Awam Ikut Terhanyut Nonton Star Wars : The Force Awakens