Hore abang pulang bawa film!!!! Kalau bawa bungkusan mah lagunya Benyamin Sueb. sama Ida Royani. hihihi

Gak semua film yang abang pilih bikin saya jatuh cinta, ada yang biasa aja, ada yang malah gak tertarik. Kali ini abang pulang bawa serial film Daredevil yang baru aja dia download. Jadi serial-nya memang gak ditayangin di TV, tapi film produki Marvel dan Netflix ini bisa didapatkan secara online.

“Kamu tau Daredevil gak?” katanya sambil menyeruput teh anget.

“Pernah denger sih, yang pahlawannya cewek ya?” jawab saya singkat.

“Bukan weee, Daredevil tuh cowok, dulu pernah ada filmnya, pemainnya Ben Affleck”

“Oooooo…” respon saya tanpa berharap pembicaraan lebih lanjut, selain karena saya beneran gak ngerti soal Daredevil, saya juga gak pengen spoiler alert gitu.

Diam-diam saya sambil inget-inget film yang pahlawannya cewek. Sekarang sih saya udah inget, ternyata film yang pahlawannya cewe itu Elektra. Pernah denger?? *sok-sok-an tanya balik, kayak yang paling tau aja, hehe

Malam itu langsung deh kami nonton episode 1-nya Daredevil, lalu besoknya, besoknya, dan besoknya sampai kami menamatkan hingga episode 13 (episode terakhir season 1). Ada hal yang lucu yang yang terjadi sama saya, entah kenapa walaupun abang ninggalin film itu di rumah, tapi saya selalu menunggu ia pulang kantor untuk nonton bersama. Sebagai orang yang gak sabaran, ini suatu prestasi bagi saya. Hahaha.. Dan kadang saya yang seringkali ingetin abang “Bang, ayok nonton” kata saya sambil mengatur posisi ternyaman dan menunggu abang segera duduk di sebelah saya. Tanpa popcorn.

Satu lagi film produksi Marvel yang bikin saya penasaran dan suka. Saya pastikan, saya gak akan melewatkan episode selanjutnya ataupun versi-versi lainnya. Saya sih gak baca komiknya Marvel, tapi kalau film-film Marvel saya ikutin, terutama favorit saya keluarga X-Men. Terlebih saya juga suka film-film detektif sejenis CSI, Law and Order, Body of Proof, munculnya serial Daredevil ini tambah bikin saya lapar akan kasus, fufufu.

Baca juga  Emotional Episode of CSI 'Gentle, Gentle'

Daredevil - 2015 (TV Series)

 

Jenis Film : Action, Superhero, Crime Drama
Produser : Steven S. DeKnight, Joseph Loeb III, Drew Goddard
Produksi : Marvel
Distributor : Netflix
Season : 1
Episode : 13
Cast : Charlie Cox, Elden Henson, Vincent D’Onofrio, Deborah Ann Woll

Sinopsis

Ketika berumur 9 tahun, Matt Murdock (Charlie Cox / Daredevil) mengalami hilang penglihatan karena kecelakaan mobil dan matanya terkena cairan kimia. Bersamaan dengan itu, kekuatan dari indra lainnya semakin muncul. Matt dapat mendengar suara dari jarak yang jauh, hidungnya dapat mencium lebih dalam, bahkan menganalisa kebohongan hanya dari mendengar detak jantungnya. Dalam film ini diceritakan juga masa kecil Matt bersama ayahnya yang seorang petinju. Setelah ditinggal sang ayah, Matt mendapatkan pengajaran dari seorang guru, baik pelajaran mengenai bela diri maupun tentang hidup.

Tak lama, Matt kembali sebatang karena karena sang guru pergi meninggalkannya. Matt terus mengasah kekuatan indra-indra-nya dan menjadi manusia super yang membela keadilan di kota Hell’s Kitchen. Di malam hari ia beraksi melawan kejahatan dengan mengenakan penutup wajah dan pakaian serba hitam, sementara pada siang harinya Matt memiliki profesi sebagai pengacara dan membangun kantor hukum bersama temannya Foggy Nelson (Elden Henson), yang diberikan nama “Murdock and Neilson Attorneys at Law”.

Matt percaya kalau melalui jalur hukum keadilan juga bisa ditegakan, namun ketika hukum kembali berpihak maka Ia sendiri yang akan bertindak dengan memanfaatkan kekuatannya untuk melawan kejahatan. Permasalahan utama dalam serial ini adalah mengenai penguasa / premanisme yang dipimpin oleh Wilson Fisk (Vincent D’Onofrio). Kekuasaan Wilson Fisk mempengaruhi banyak sektor (ekonomi, politik, pertahanan, hukum, media dll) di kota Hell’s Kitchen, sehingga ada orang-orang yang tidak memperoleh keadilan, bahkan jika mereka melawan sang penguasa, maka nyawanya akan terancam.

Baca juga  Rindu Drama Korea Tahun 2000-an

Review

Berbeda dengan kebanyakan film Superhero, serial Daredevil juga mengangkat sisi detektif dimana Matt dan kawan- kawan harus mencari bukti dan saksi-saksi. Walaupun beberapa pemainnya baru saya tau, tapi acting mereka gak diragukan lagi. Sisi drama juga diceritakan dengan porsi yang pas.

Nonton serial ini kudu mikir, memang untuk mengikuti permasalahan yang diangkat dalam film Daredevil agak berat, namun pelan-pelan masih bisa saya ikuti dan semakin tau, saya malah semakin penasaran. Gak jarang juga, pas lagi nonton saya berisik tanya ini itu sama abang, soalnya pasti abang udah tau duluan, liat dari google. Dia sudah bisa menebak tabiat istrinya kalau suka berisik tanya ini itu, seolah segala tanya saya, abang punya jawabannya 🙂

Semakin penasaran kan?? Sama. Setelah menyelesaikan ke-13 episode saya juga semakin penasaran sama story dan latar belakangnya Daredevil. Pastinya saya menunggu season ke-2 nya. Penasaran juga sama tokoh Claire dan Vanessa, mungkin di season 2 diceritakan kisah dan latarbelakang mereka.

Barangkali, Marvel juga membuat beragam cerita antara Daredevil dan pahlawan-pahlawan Marvel lainnya, seperti Spiderman atau Black Widow.

Untuk itu saya berikan ponten 4.5/5. Saya sendiri jadi diingatkan kembali sama pelajaran perkuliahan yang membahas soal power. Bagi yang cari topik skripsi, serial Daredevil bisa banget dianalisis.