Sebelum kelupaan, belum lama ini akhirnya saya ‘memberanikan diri’ nonton Mockingjay – Part1, tepatnya seminggu setelah Mockingjay tayang di Indonesia. Dan saya cukup puaaass yeeey!!!!!

Jadi film The Hunger Games : Mockingjay part-1 ini memang saya tunggu-tunggu banget tayangnya sejak Catching Fire selesai dengan flawless tapi agak menggantung. Hehehe
Hanya saja untuk nonton Mockingjay ini saya sedikit deg-degan. Loh?! Sebenernya karena saya punya history sama film The Hunger Games (berasa punya history sama mantan, wkwkwk ya kaliii ;p)

Sedikit flashback ya, 2 tahun lalu, kala saya masih belia, hihi mantan pacar saya yang sekarang adalah suami saya mengajak saya refreshing otak, mungkin dia kasihan melihat saya kerjanya belajar mulu , maklum anak kupu –kupu (KUliah PUlang- KUliah PUlang). Diajaklah saya ke kota Yogya buat nonton film The Hunger Games, maklum Salatiga belum ada bioskop. Selama menonton saya kagum sama penulis cerita The Hunger Games yang dengan brillian bisa menggambarkan suatu Power, bukan hanya power soal penguasa dan pemberontakan tapi ‘power-power’ yang terselubung, yang kalau dipikir-pikir dekat dengan hidup kita sekarang ini, era Kapitalisme.

Akhirnya saya mendapatkan ilham untuk menjadikan Film ini sebagai topik Skripsi saya. Detailnya, nanti akan saya share juga di blog ini, di judul yang berbeda yaaa.. hehe..
Nah begitulah, history saya dengan The Hunger Games, pagi siang dan malam saya menganalisis film ini, mem-breakdown tiap scene-nya, bolak-balik perpustakaan, pokoknya tiada hari tanpa The Hunger Games.

Saya juga baca bukunya. The Hunger Games dan Catching Fire bagus banget, begitu juga filmnya. Seinget saya dulu, waktu saya baca buku Mockingjay, agak sedikit ngebosenin ya, beda sama kedua buku pertama, mungkin karena udah gak ada Hunger Games-nya lagi ya, jadi yang ada cuma perang-perangan aja.

Baca juga  Maze Runner : Perjuangan Para Glader dalam Labirin Raksasa

Trus sebenarnya saya agak sengaja tunda-tunda nonton Mockingjay ini, karena yang pertama pengen coba baca-baca bukunya lagi sebelum nonton filmnya, siapa tau udah gak terlalu ngebosenin, yang kedua karena takut dibuat kecewa karena gak sebagus yang pertama dan kedua, dan yang ketiga menunggu waktu yang tepat, hehehe pokoknya nonton film ini harus dapet tempat yang ditengah, bioskopnya yang enak, dan bawa popcorn hahahaha (alasan macam apa ini!)
Saya juga gak tanya-tanya review orang bagus atau nggak tentang film Mockingjay part-1 ini, biar jadi surprise.

The Hunger Games : Mockingjay Part-1

Sedikit Sinopsis-nya.

Akhirnya Katniss (Jennifer Lawrence) selamat dari Arena The Hunger Games / Quarter Quell (ending film Catching Fire) dan dibawa ke distrik 13. Katnis diminta menjadi Mockingjay oleh Presiden Coin (Julianne Moore) sebagai simbol revolusi / pemberontakan dan Katnis akhinya setuju dengan syarat Presiden Coin memberikan perlindungan bagi Peeta (Josh Hutcherson), Annie dan Johanna yang ditangkap oleh Capitol.

Bersama dengan Gale (Liam Hemsworth), Finnick, Haymitch (woody Harrelson), Effie (Elizabeth Banks) dan Plutarch (Philip Seymour), Katniss harus membuat strategi propaganda untuk membuat distrik lain bergabung melawan Capitol. Dimulai dengan membuat video hingga kostum Katniss sebagai Mockingjay.

Sementara itu, Peeta ditangkap dan dipaksa agar panem mengikuti Capitol dan meminta Katniss agar tidak melakukan pemberontakan. Sontak seluruh masyarakat panem menganggap Peeta berkhianat. Katniss sendiri yakin bahwa Peeta hanya disiksa dan disuruh oleh Capitol untuk ngelawan Katniss. Hingga saat siaran, Peeta memberikan warning bahwa distrik 13 akan dibom oleh Capitol dan tak lama setelah warning dari Peeta, terdengarlah dentuman Bom.

Bagaimana nasip Katniss?? Bagaimana nasip Peeta?? Apa yang akan Capitol lakukan lagi terhadap mereka dan setiap distrik??

Baca juga  Mad Max : Fury Road : When the World Needs Hope

Review

Setelah menonton, akhirnya keraguan saya terjawab dan salaaah…filmnya bagus bangeeeet, seruuu!!! Katnis lebih cantik, rambutnya digerai

J-Law actingnya menjiwai banget menampilkan gadis tangguh yang polos, jadi lupa kalau J-law sempet punya skandal, hmmmm
Ada adegan menyentuh dan menegangkan tapi juga ada yang kocak, menampilkan kepolosan Katniss. Peeta kurus banget, saya jadi kasihan, kayak bener-bener disiksa, saya jadi sedih, apalagi Katniss ya!! Gale dan Finnick makin keren, peran Gale semakin kuat, Finnick makin cool dan keliatan lebih mature, hihi. Saya lebih suka Finnick yang di Mockingjay ketimbang di Catching Fire, abis yang di Catching Fire doi tebar peson banget. Pas banget pesonanya, gak lebih, gak kurang 

Kalau di film The Hunger Games, keliatan banget Kapitalisme Marxis-nya, kalau Mockingjay ini banyak memperlihatkan strategi advertising dan public relation, hehehe.

Effie akhirnya bergabung dengan Panem, dan doi punya peran yang lucu banget, banyangin dong, effie yang dulu dikelilingi dengan kemewahan, trus sekarang dia harus bergabung dengan masyarakat panem yang biasa-biasa aja. Hahaha..
Saya kok kalau ngeliat Haymitch, kayak lagi ngebayangin tim creative lagi meeting trus brainstorming ide strategi buat bikin iklan. Hehe..

Presiden Snow makin keliatan bengisnya, makin sebel soalnya doi nyiksa Peeta.. my Peeta, uhukk!
Jadi gak sabar nonton Mockingjay part-2.

Pokoknya bagus dan seruuu!!! Gak boong!!! Harus nonton!!!!

Pamer Mockingjay Pins, hehe

Pamer Mockingjay Pins, hehe