Kemana pun merpati pergi, dia akan kembali pada pasangannya..

Audi bisa mencicipi ringannya cinta masa SMA bersama Reza, saat pemuda itu tiba-tiba mengatakan ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas negeri di luar kota. Perasaan Audi campur aduk, apalagi setelah Reza dinyatakan lulus UMPTN di Yogyakarta.

Merpati memang setia, tapi apa begitu dengan manusia?

Dira, teman sekelas Audi, diam-diam menyukai gadis ketua color guard ini. Keduanya jadi lebih dekat sejak Audi enolong Dira sewaku kecelakaan.

Reza selingkuh? Dira menyatakan cinta?

Di titik nol kilometer Jogja, Audi dan Reza berpisah.

Apa merpati yang selama ini Aud cari itu Dira?

————————

Judul : 0 KM Merpati Berpisah dan Kembali

Penulis : Maharani Auditya

Penerbit : PT. Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : 2014

Harga : –

Jumlah Halaman : 216

ISBN : 978-602-02-4347-4

Review :

Membaca buku ini membuat saya teringat jaman SMA, walaupun waktu zaman SMA saya belum pernah mengalami masa pacaran, tapi saya punya cowok gebetan dan merasakan deg-degan saat si cowo idaman lewat di depan saya. Hahaha

Sebenernya udah lama banget saya gak baca novel model cinta-cintaan anak SMA, sepertinya saya udah terlalu tua untuk baca kisah cinta ala SMA, tapi pengecualiaan untuk novel ini. Selain karena pengarangnya teman saya sendiri, saya juga mengharapkan sebuah kisah kesetiaan, seperti yang telah dijanjikan pada judul novel ini, yatu 0 KM : Merpati berpisah (dan) kembali.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Audi, siswi SMA yang romantis. Ia dicintai 2 sahabat dan keluarganya, selain pacarnya, Reza, rupanya ada cowo lain juga yang menggagumi Audi.

Audi cukup populer di sekolahnya karena ia ketua ekskul marching band.

Baca juga  [Review] Orientasi Rasa by Maria Dorotea

Kehidupan Audi baik-baik saja, pertemanan, sekolah, percintaan dan ia memiliki keluarga yang harmonis, ditambah bumbu-bumbu keusilan dengan saudara perempuannya. Kisah yang ideal bukan?

Sampai pada saat ia harus mengalami LDR dengan pacarnya Reza. Reza sendiri memiliki karakter yang baik hati, perhatian, romantis, tekun dan taat beribadah. Ketika jarak memisahkan, cinta mereka diuji, terlebih ketika Audi melihat foto Reza yang tampak mesra dengan kawannya. Apakah Audi harus mempertahankan cintanya dan membuka hatinya pada Dira, yang juga memiliki perasaan padanya??

Beberapa kali saya coba menebak cerita dari lembar per lembarnya, dialog per dialog, karena sepertinya konflik seperti ini sering banget kita temui di lingkungan kita. Bedanya, Rani membuat benang merah akan sebuah kesetiaan layaknya merpati, dan men-highlight latar di titik 0 KM Jogja, sehingga membuat novel ini patut untuk dibaca.

Plotnya cukup rapi dan sangat mudah dicerna. Dilampirkan juga puisi-puisi untuk menggambarkan kerinduan. Bahasa-nya gaul banget raan, bahasa anak-anak jaman sekarang *pura-puranya ngomong sama penulisnya langsung, hehehe, sesekali ngebayangin tingkah laku penulisnya juga yang memang agak pecicilan, jadi gak heran juga sih, hihihihi.. *

Pelajaran yang bisa diambil adalah bagaimana kita menyikapi cinta jarak jauh / LDR, sebuah kesetiaan dan mengkonfirmasi terlebih dulu sebelum berburuk sangka agar tidak jadi kesalahpahaman.

Novel ini saya ponten 4/5, cocok banget dibaca kalian yang baru pertama kali merasakan kasmaran, cinta-cinta saat SMA dengan kakak kelas..cieee, atau juga bagi kalian yang ingin memperkaya beragam versi cerita LDR dan arti kesetiaan. Hmmm karena rupanya gak sedikit dari kita yang mengalami LDR, termasuk saya, yang LDR dengan mantan pacar saya selama kurang lebih 4 tahun dan kini ia telah menjadi suami saya. :))

Baca juga  [Review] Kisah-kisah Orang Scorpio by Ayu Utami dkk

Quote :

Akhir pekan selalu menjadi pilihan kami untuk menghabiskan waktu bersama. Bercengkerama meredakan rasa rindu. Kenapa kubilang meredakan? Bukan menghilangkan rasa rindu? Karena bagiku, rindu tak akan pernah bisa sirna sekalipun didamaikan oleh waktu. Aku akan membiarkan rindu menjadi pena yang merangkaikan kisah indah untukku.’ – hal.9

Cepat pulang ya, aku tak pernah lelah menunggumu, hanya sesekali aku lelah bertengkar melawan rasa kangen’ – hal. 105

Ketika menjalin hubungan jarak jauh, semua cerita tumpah ruah dalam satu pertemuan. Haru, bahagia, rindu, melebur jadi satu. Hubungan ini tidak selamanya menyimpan rasa pahit, ada cinta yang selalu hadir bahkan bertambah banyak di setiap pertemuannya’. – hal. 114