Siapa saja pernah mengalami rasanya bosan di rumah, dari anak-anak sampai orang dewasa. Biasanya kalau bosan dirumah, hal yang pertama terpikirkan adalah ‘pergi keluar yuk’. Ya bisa jadi sih sesekali dolan-dolan, semisal pingin ngajakin anak main dingdong atau ngajakin istri dinner atau kongkow karo konco-konco.

Bagi beberapa orang yang tipe anak rumahan (kayak saya, uhuk), atau lagi kere alias gak punya duit, atau 1st graduate yg mulai resah di rumah sambil nunggu panggilan kerja, atau mereka yang tak bisa lepas dari rumah seperti ibu rumah tangga, pasti kerapkali rasa bosan dirumah menghampiri.

Sebagai ibu bekerja di rumah, saya ingin berbagi tips kegiatan yang dapat mengusir kebosanan. Kalau lagi bosan nulis, jahit, nonton, kadang saya melakukan hal ini:

  1. Berselancar di dunia Maya

Walaupun kadang kegiatan ini akan berujung pada kebosanan tahap selanjutnya tapi patut dicoba kok. Semisal lagi gegoleran dirumah dan benda terdekat adalah HP. Hal yg bisa dilakukan adalah baca berita, cari informasi atau sekedar cek sosmed bisa banget ngalihin kamu dari kebosanan, dan nambah info, nambah pengetahuan. Tapi klo kelamaan bisa pusing juga, lalu batre abis, pulsa abis. Jadi kita berlanjut ke tips selanjutnya. πŸ˜€

  1. Nge-blog

Untuk memaksimalkan akses internet, gadget dan potensi yang kamu miliki (semisal kamu doyan nulis) coba deh bikin blog (bagi yang belum punya blog). Dari nge-blog akan banyak sekali manfaat yang akan diperoleh. Kalau yang udah punya blog, bahkan udah sering nulis di blog, kamu bisa ikut blog competition seperti yang uda sering dilakukan sama salah satu teman sesama blogger yang doyan ikut blog competition, yaitu mbak Mutia Elisa Karamoy.

Baca juga  Belajar Parenting : Sebuah Proses Trial and Error Hingga Harus Tega Dalam Mengasuh Anak

Coba aja deh kepoin blog-nya, Mbak Mutia banyak banget ikut blog competition…wooow… dan bukan sekedar asal nulis, tulisan mbak Mutia sangat informatif, detail, dan bermanfaat sekali. Sepertinya Mbak Mutia tidak ingin menyesatkan pembacanya (yaiyalah, yaiyadong). Latar belakangnya sebagai seorang ibu dari 3 anak, juga sebagai seorang penulis lepas tercermin pada tulisannya yang bukan sekedar informatif tapi juga edukatif, yang mana menambah value dari sebuah tulisan. Β Tertera pula sumber referensinya.

Blog Mbak Elisa Karamoy

Blog Mbak Elisa Karamoy

Boong kalau ikut kompetisi tapi gak mengharapkan hadiahnya, hehehe. Tapi kalau pun nggak menang setidaknya kita udah usaha, udah ngasah kemampuan menulis, udah ngasih value buat blog sendiri dengan memberikan sesuatu yang informatif, udah..udah..udahlaah cup..cup..cup.Β Manfaat lainnya dari nge-blog, yaitu banyak membuka peluang dan pertemanan dengan sesama blogger maupun seluas-luasnya. Bosannya jadi ilang deh.

  1. Masak

Saya gak bakal boong kalau dulu saya nyalain kompor aja ngeri, masak ayam nyiprat-nyiprat langsung kabur. Tapi semenjak nikah, sepertinya naluri ke-istrian dan ke-ibuan saya makin terlihat, apalagi setelah ngikutin reality show masterchef di TV, jadi suka sok-sokan pro gitu, padahal yang dimasak cuma telor dadar dicabein. Hahaha. Beberapa kali saya juga suka praktekin resep masakan dan tutorial di youtube πŸ˜€

Sekarang Vanti dan masak udah sohib, kalau lagi bosan, coba aja cari resep trus praktekin deh dengan bahan-bahan yang ada.

Bosen ilang, perut kenyang.

Tambah disayang, sama abang.

*ceritanya mau bikin pantun, tapi nggak banget ya, huehuehue.

pizza makaroni

4. Baca Buku
Ini nih yang harusnya (katanya) sih gampang. Katanya, sebenernya baca bisa dimana saja, kapan saja, namun kok rasanya saya susah banget cari waktu buat baca buku. Berbahagialah bagi mereka yang selalu meluangkan waktu untuk baca buku. Saya kadang baca buku aja, kalau udah binggung mau ngapain lagi alias bosen, baru deh nyentuh buku bacaan. *Jangan dicontoh ya

Baca juga  Bumil pingin ngemil Singkong / Manfaat Singkong

Padahal dulu saya sering baca komik, novel apa aja deh, julukannya kutubuku, namun sekarang tampaknya saya udah gak berhak lagi memiliki julukan itu. Walaupun begitu, disela-sela kegiatan saya dirumah, selalu ada keinginan untuk meluangkan sedikit waktu bersama buku sambil leyeh-leyeh. Selain jadi solusi mengusir kebosanan, setelah baca buku pasti ada aja ilmu yang bisa diserap, juga memperkaya vocab, cerita dan hal-hal yang bahkan tidak terpikirkan. Di blog saya pun katagori review buku masih saya pertahankan, untuk mengingatkan saya kalau dulu ada masa-masanya suka sekali membaca, dan cepat atau lambat saya pasti akan kembali pada hobi lama saya itu.

  1. Berkebun

Dari sekian banyak tulisan mbak Mutia, salah satunya adalah artikel tentang berkebun.

Saya belum pernah cerita kan, kalau saya punya sepetak lahan di balkon rumah saya, kecil sekali. Panjangnya mungkin 3-4 m, tapi lebarnya hanya 50 cm. Melihat lahan kecil tersebut kering gersang, beberapa bulan lalu, saya memutuskan untuk menanami lahan tersebut dengan tanaman masakan, hehehe bukan bunga, melainkan cabe dan daun bawang. Jadi kalau seumpama keabisan cabe atau daun bawang buat bikin martabak, tinggal metik deh, hehe

Gak ribet sih sebenernya, tinggal taruh saja biji cabe di tanah dan tuncepin akar daun bawang di tanah, udah deh. Memang hasilnya gak langsung keliatan sih, tunggu 2 – 3 bulan.

Biji cabe yang ditanam telah berbuah

Tinggi dan gagah

Ada hijau ada merah

Seketika sumringah

*ceritanya pantun (lagi), belom kapok.

Kebun Cabe dan Daun Bawang Mini ala Vanti - (Gambar yang diatas sudah tumbuh tinggi, sedangkan yang bawah masih dalam masa pertumbuhan)

Kebun Cabe dan Daun Bawang Mini ala Vanti – (Gambar yang diatas sudah tumbuh tinggi, sedangkan yang bawah masih dalam masa pertumbuhan)

Saya udah bisa bayangkan kalau sewaktu-waktu saya mulai bosan mau ngapain dirumah, berkebun adalah salah satu solusinya. Mungkin saya akan memenuhi balkon dengan pot-potΒ  dan ditanami kembang warna-warni.

Baca juga  Klaim Kacamata menggunakan BPJS

Pada artikel yang mbak Mutia tulis, dijelaskan pula keuntungan dari berkebun, berikut poinnya:

  1. Rupanya berkebun itu membakar Kalori, bahkan lebih banyak dari bersepeda, karena ada aktivitas menanam, menyiram, memangkas dll.
  2. Berkebun bermanfaat bagi kesehatan psikis dengan mengalihkannya ke pandangan hijau dan segar
  3. Dapat menurunkan stress dari persoalan hidup. Berpotensi mempercepat pemulihan kesehatan
  4. Berkebun diyakini membuat seseorang mengalami kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan sehingga dapat memperpanjang umur seseorang
  5. Menjadi solusi bagi para lansia agar tetap bugar

Luar biasanya sekali ya manfaat dari berkebun itu, untuk detailnya sila mampir ke blognya mbak Mutia ya…

Gimana udah gak pusing lagi kan mau ngapain??? kegiatan sederhana seperti yang sudah saya paparkan diatas bisa banget jadi solusi kala bosan πŸ˜€

Akhir kata :

Kembang melati mekar ditaman

Tapi tak mengalihkanku dari si dia

Senang hati bisa berkawan

Berkenalan dengan mbak Mutia πŸ˜€