Masih dalam edisi tahun baru 2017.

Enaknya dirumah aja, tidur. Diluar macet. <<< (kata orang kebanyakan sih begitu, tapi tetep aja jalanan rame). Dua tahun berturut-turut (2015 & 2016) saya juga tahun baruan di rumah saja. Kalau kata ibu malah lebih enak liat tahun baruan di TV, bisa kelihatan semua tanpa harus berdesak-desakan bahkan ibu bisa lihat perayaan tahun baru di berbagai belahan dunia (lah emang tahun barunya barengan bu? Pan waktunya beda kali buuu, ada yang duluan, ada yang belakangan).

Walau kata orang tua ada benernya, “Mending tahun baru dirumah saja, hindari macet dan ramai, nonton tv sambil berefleksi diri, muhasabah”. Tapi saya masih kepingin merayakan tahun baru seperti orang kebanyakan, merasakan euforia momen pergantian tahun meskipun hanya sesaat.

Terpikir untuk tahun baruan di Bandung atau Yogya atau Bali. Tapi setelah menimbang-nimbang akhirnya kami memilih di Jakarta saja, hahahaha. Tadinya pingin banget ke Bandung, setiap long weekend kepikiran buat ke Bandung tapi selalu takut sama macet. Payah!! Padahal mau liburan kemana saja yang jadi tujuan banyak orang kan pasti ketemu macet, terakhir ke Yogya bulan lalu aja macetnya udah bikin snewen, padahal daku merindukan Yogya yang dulu nggak banyak montore.

Harusnya nikmatin aja ya macetnya, namanya juga mau liburan, macet-macet dikit ya nggak papa lah. “Apanya yang dikit”, sharing dari seorang teman, dia ke Bandung saja 12 jam, sampai rumah langsung sakit. Duuuh, mau liburan butuh perjuangan yaa!! Belum libur aja di TV beritanya udah macet sana sini. Males…males…malesss…

Tiga hari sebelum malam tahun baru, saya iseng-iseng liat harga hotel di sekitar HI, ada Kempinski, Pullman, Grand Hyatt dan Mandarin Oriental hotel, barangkali harganya mendadak promo jadi murah banget. Wkwkwk nggak mungkin ya. Ke-4 hotel inilah yang mengapit Bundaran HI. Sebenernya menginap di hotel Kempinski pas malem tahun baru tuh cuma kepinginan yang nggak harus tercapai sih, hehe. Sebagai orang yang hanya bisa ngelihat kembang api tahun baru sambil berdesak-desakan dengan jutaan orang, motor dan penjual, saya sedikit penasaran gimana rasanya melihat momen pergantian tahun dari spot ternyaman di bundaran HI.

Saya nggak mengatakan spot terbaik karena dari bawah pun bisa mendapatkan spot terbaik, melainkan ternyaman karena nggak berdesak-desakan, nggak keringetan, nggak perlu jalan buat ke HI bahkan bisa sambil tidur-tiduran. Mungkin rasanya nyaman karena nggak harus berdesak-desakan, tapi nyeseknya belakangan pas lihat bill. Hihihi, langsung muless.

Agak nggak rela juga ngeluarin duit berjut-jut cuma untuk menginap sehari di hotel mewah buat liat kembang api dari spot ternyaman dan menyaksikan barisan orang2 yang nggak seberuntung yang lagi nyantai-nyantai di kamar hotel. Jadi, saya nggak akan memaksakan keinginan itu, kecuali saya udah jadi ‘seseorang’ yang tiba-tiba diundang nginep di Hotel Kempinski atau Pullman pas malam pergantian tahun, tanpa harus merogoh kocek yang nggak sedikit hehehe mimpi boleh dongggg!!

Baca juga  Jalan- jalan ke Inacraft 2016
HOTEL IBIS BUDGET, MENTENG

Sebenernya kita nggak terlalu kepingin banget berhura-hura, cuma pingin ganti suasana aja, namanya juga liburan. Akhirnya kami memesan kamar di hotel Ibis Budget, Menteng. Lokasinya cukup strategis, di sebelah taman menteng, deket sekolahnya Obama. Kalau jalan ke bundaran HI kira-kira 1 km lah.

Kesannya pemborosan banget ya, nginep di hotel di Jakarta, padahal rumah juga sama-sama di Jakarta, hmmm tapi kalau dibandingkan kami liburan ke luar kota, ini tuh nggak seberapa banget, kami juga memilihnya hotel budget. Kalau ke luar kota mesti beli tiket kereta / pesawat, hotel, makan, oleh-oleh, belanja, belum transport disana, belum capeknya, belum macetnya, padahal cuma pingin nikmatin malam tahun baru. Sedangkan kalau di Jakarta kami menginap semalam di hotel hanya biar lebih dekat dengan Bundaran HI, jadi nggak perlu naik mobil atau motor, nggak perlu macet-macetan, dan juga pingin sekali-kali ganti suasana.

Waktu pesan hotel di traveloka tinggal tersisa kamar yang twin bed, tapi karena kami membawa bayi jadi agak riskan pakai twin bed. Akhirnya, pas check in saya coba tanya ke resepsionis-nya apa masih ada kamar yang queen bed? Eh ternyata ada, di lantai 3, dan beruntungnya dari dalam kamar masih bisa sedikit melihat grand hyatt, bisa liat kembang api. Cakeeep!!

Hotel Ibis Budget Menteng Jakarta

Hotelnya sendiri cukup nyaman, jenis hotel minimalis yang lagi ngetren gituuu.. AC nya sempet panas, sempat kipas-kipasan di kamar, tapi setelah komplein ke resepsionis, langsung dibenerin, malamnya kami malah kedinginan banget. Hahaha.

Pelayanannya okee. Hanya saja toiletries-nya kurang lengkap, hanya ada sabun, sampo dan showercap, tidak diberikan sikat gigi dan odol. Kurang-nya disekitar Ibis Hotel nggak ada minimarket, jadilah kita semaleman nggak gosok gigi, HAH. Oiya, minumannya juga hanya disediakan air mineral botol, tidak ada pemanas air buat ngopi-ngopi. Mungkin karena Ibis Budget kali ya, bedahalnya dengan Ibis Style atau Ibis Arcadia.

Karena nggak disediakan kopi, akhirnya kita beli minuman ringan dan kopi campur coklat di lobby hotel. Untuk orang yang jarang ngopi, jujur kopi campur coklatnya enaaaaak!! 😀

 

MALL AMBASSADOR KUNINGAN

Jadi hari itu (31/1) kami nggak hanya pergi dari rumah lalu hijrah ke hotel. Siangnya, saya jalan-jalan dulu ke mall Ambassador di Kuningan. Buat yang nggak tau mall Ambasador atau orang luar Jakarta, jadi Mall Ambassador ini sebelahan sama ITC Ambassador.

Baca juga  3 Alasan Mengapa Harus Mengajak Anak Bermain Ke Kidzania

Kalau lagi males belanja desak-desakan di Tanah Abang atau ITC Cempaka Mas, Mall Ambassador bisa dijadikan alternatif pilihan belanja pakaian, aksesoris, gadget, kaset dvd, kebutuhan bayi, foodcourt dan lain sebagainya dengan harga terjangkau, bisa tawar menawar sama penjualnya. Nggak terlalu penuh, tapi juga nggak terlalu sepi, jadi sedang-sedang saja. Kalau mau belanja bulanan juga ada Carrefour-nya di lantai bawah. Saat weekdays, mall Ambassador ini ramai dengan orang-orang kantoran yang kerjanya di sekitar daerah Kuningan, biasanya mereka makan siang atau iseng belanja baju. *sok tau, hehe.

Pulang dari Mall Ambassador, kami langsung menuju Hotel Ibis untuk check in dan istirahat. Dari Mall Ambassador ke Hotel Ibis Menteng hanya menghabiskan waktu 15 menit.

KULINER DI MENTENG

Belanja sudah, liburan belum lengkap kalau belum kulineran. Malam-nya, beberapa jam sebelum pergantian tahun, kami makan di restoran pinggir jalan di sebelah Hotel Ibis. Tempat makan pinggir jalan di dekat Taman Menteng ini memang cukup terkenal dan sering menjadi tempat hangout anak ABG.

Biasanya setelah main basket atau sekedar jalan-jalan di taman menteng, mereka langsung kulineran di Kawasan ini. Banyak ragam makanan yang tersedia, seperti pecel lele, siomay, nasi bebek, nasi goreng, roti bakar, dim sum, bubur ayam, batagor, aneka buah-buahan dan rujak, juga minuman.
Karena malam tahun baru, jadi kawasan kuliner menteng ini ramai sekaliii. Setelah makan malam, kami kembali ke hotel dulu istirahat. Kira-kira pukul 23.00 WIB, kami mulai jalan ke bundaran HI.

Selain jajanan kaki lima, disekitar Ibis hotel juga ada J.co, Sate Senayan, Dunkin dounut, Kun Kaya Toast dll.

TAHUN BARU DI BUNDARAN HI

Sudah menjadi tradisi kalau setiap malam pergantian tahun akan ada perayaan menyalakan kembang api gede-gedean di Bundaran HI. Tentunya Bundaran HI dipadati dengan jutaan orang dari berbagai lapisan masyarakat, dari pedagang asongan, rakyat biasa dan mereka yang lebih beruntung yang bisa lihat kembang api dari kamar hotel-hotel mewah di sekitar Bundaran HI, juga stasiun televisi, bisa masuk tipi euy.

Ada perasaan puas ketika bisa melihat kembang api bersama jutaan orang di Bundaran HI, rasanya tuh kayak baru dilantik jadi orang Jakarta tulen. hehehe. Kesannya tuh ‘Elo belom jadi orang Jakarta tulen kalau belum ikutan pesta rakyat di HI saat tahun baru’. Ya kaliiii

Menjadi bagian dari pesta rakyat memang meninggalkan kesan tersendiri, apalagi kalau pesta rakyatnya yang nggak setiap saat diadakan, hanya pada momen-momen tertentu.

Baca juga  Aventree Homestay Malang : Penginapan Bergaya Natural Minimalis

Akhir kata, tahun baru kali ini bukan masalah lihat Kembang Api-nya saja, tapi yang lebih bikin happy itu bisa mengisi waktu libur bersama anak dan suami. Walaupun nggak mewah, nggak keluar kota, tapi yang penting bisa sama-sama.

Bagi yang kepikiran juga buat tahun baruan menginap di dekat bundaran HI (mungkin tahun depan), atau yang lagi berkunjung ke Jakarta pingin juga menginap di hotel sekitaran landmark Jakarta dan pusat perbelanjaan, bisa coba Artotel Hotel Thamrin, Ascott, All Seasons, Smart, Clay Hotel, Kosenda, Holiday Inn, Fave Hotel, Ibis Arcadia, Ibis Thamrin. <<<< Hotel-hotel yang sempat saya kepoin, tapi karena agak mahal, apalagi moment tahun baru, jadi coba cari penginapan sekitar Bundaran HI di AirBnB (ternyata yang kelihatan strategis banyak yang sudah penuh), akhirnya tersisa dua pilihan Menteng house (di jalan Lombok) dan Ibis Budget Menteng. Lalu, kami memilih Ibis Budget Menteng deh.

TRANSMART CARREFOUR

Besoknya pas tanggal 01/01, setelah check out dari Ibis, kami melanjutkan liburan ke Transmart Carefour Cempaka Putih. Liburan kok ke transmart, emang mau belanjaa?? eits, tujuan orang ke Transmart bukan cuma belanja loh, banyak orang tuanya yang belanja sekalian ngajakin anaknya liburan. Karena dufan sekarang ini terlalu jauh dan mahal, jadi alternatif-nya ke transmart.

Niatnya mau ngajakin Rayan main, tapi ternyata kebanyakan mainannya masih terlalu bersar buat Rayan, jadi ibu bapaknya deh yang main, hehehe. Mainanya mulai dari roller coaster, kicir-kicir, mancing hingga jenis mainan yang ngasih reward berupa tiket yang nantinya bisa ditukarkan apa saja, macam mainan di timezone gitu.

Favorit saya sih main basket, gayaaa..padahal yang masuk cuma dikit, hehe ya barangkali aja saya masih bisa nambah tinggi.

Liburan di Transmart, Carrefour Cempaka Putih

Begitulah perjalanan liburan tahun baru kami yang alakadar-nya. Belum terlambat buat ngucapin Selamat Tahun Baru 2017. Semoga apa yang kita inginkan bisa tercapai di tahun ini. Amiiin.