Jadi tanggal 23 April lalu adalah hari buku sedunia. Sebagai seorang pecinta buku saya merasa kecolongan. Kalau buku adalah pacar, mungkin ia akan ngambek seharian karena saya lupa ulang tahunnya. Ngomong-ngomong soal buku, saya selalu suka buku, wangi buku, dan berada di tengah buku-buku. Dari dulu, tempat favorit saya adalah toko buku Gramedia, sering kali sepulang sekolah saya mampir ke Gramedia Matraman, toko buku terbesar se-Asia Tenggara. Kebetulan gak terlalu jauh dari rumah saya, cukup naik 2x angkot.

Berbeda dengan pergi ke Mall, saya merasa nyaman kalau ke toko buku pergi sendirian. Pokoknya ini waktunya saya berduaan dengan buku, biar tambah intim, hehe. Bisa dibilang ini quality time saya dengan buku. Waktu kuliah pun begitu, khususnya waktu mengerjakan skripsi. Tak ada hari tanpa ke perpustakaan. Saya bisa menghabiskan waktu seharian di perpustakaan kampus.

Buka Usaha

Faktanya adalah saya memiliki banyak buku. Saya senang belanja dan memilah-milah buku untuk menambah koleksi saya, senang aja bisa punya buku walaupun hingga sekarang masih banyak yang belum sempat dibaca. Faktaya lagi, rumah saya penuh dengan buku, hmmm walaupun saya cinta dengan buku, saya juga memiliki kenangan pahit dengan buku. Sekitar 3 tahun yang lalu, saya dan abang membuat suat keputusan yang prematur dan ini membuat saya menyesal cukup lama, hingga sekarang.

Sewaktu masih zaman pacaran, saya dan abang memiliki persamaan, kami sama-sama suka buku, saya suka novel dan beberapa komik, kalau abang suka komik-komik Jepang. Sewaktu kenalan saya di Salatiga menutup rental bukunya, saya dan abang memutuskan membelinya dengan menyicil dan membuka usaha rental buku di Jakarta. Sepertinya terasa mudah dan akan berjalan lancar. Namun kenyataannya tidak, sulit bagi kami berdua untuk mengurus buku-buku itu, apalagi sekeliling kami kurang men-support dan tidak ada yang membantu kami. Saya pun saat itu masih kuliah dan masih harus tingga di Salatiga. Alhasil buku-buku tersebut terlantar di Jakarta, saya merasa bersalah sekali.

Baca juga  Yuk ikut Reading Challenge 2014

Selama tiga tahun lebih buku-buku tersebut hanya tersimpan di ruang buku dan kardus-kardus. Saya tidak menyatukan koleksi buku pribadi saya dengan buku-buku yang saya beli dari kenalan saya. Kalau pun nanti ada yang ingin membeli buku-buku tersebut saya rela, tapi tidak dengan koleksi-koleksi buku saya pribadi. Mungkin ada yang mau, jumlahnya kurang lebih 10.000 buku, 80% komik, dan 20% nya Novel, kondisinya masih 70 -100% lah dan akan disortir lagi yang masih bagus-bagus. Bila ada yang berminat bisa hubungi saya.

Sorry masih berantakan, ini hari pertama buku-buku itu dikirim daar Salatiga, jadi masih beberes.

Sorry masih berantakan, ini hari pertama buku-buku itu dikirim daar Salatiga, jadi masih beberes.

Nulis Buku

Hampir semua orang yang suka buku punya impian untuk menulis buku, termasuk saya. Sejak SMP saya ingin sekali menulis novel. Bermula dari nulis diary, lalu SMA mulai nulis blog, lalu kuliah sempat freelance di portal pencarian jodoh dan dalam 1 hari bisa menulis sekitar 3-5 artikel seputar percintaan.

Namun hingga sekarang, sudah mau jadi ibu, impian saya untuk menulis buku belum kesampaian. Alasanya, mungkin komitmennya kurang, kurang fokus, belum cukup pede, merasa perbendaharaan kata dan pengalaman belum cukup dll. Seribu satu macam alasan saya utarakan, tapi impian saya untuk menulis buku masih ada, tersimpan rapi didalam sanubari.

Beberapa teman saya sudah ada yang menulis buku, ada rasa iri sedikit tapi juga happy karena meraka udah mulai nyicil mimpi-mimpinya, dan setidaknya mereka sudah satu step diatas saya, sudah membuktikan kepada saya kalau mereka bisa kenapa saya tidak. Mungkin ini pertanda juga kalau saya harus ingat-ingat kembali soal mimpi saya untuk menjadi penulis. Mungkin saya harus memulainya pelan-pelan, ingat quote “the first is always the hardest”.

Baca juga  Resensi Critical Eleven

Workshop ‘From Blogger to Writer’

Sabtu kemarin saya datang ke workshop ‘From Blogger to Writer’ yang diselenggarakan oleh Komunitas Blog Buku Indonesia di Rumah Mandiri Inkubator Bisnis yang letaknya di bilangan Blok M. Saya mengetahui informasi workshop ini secara tidak sengaja sewaktu sedang scroll-scroll timeline twitter saya dan menemukan twitter @bbi_2011, lalu saya tertarik untuk mendaftar. Walaupun sebagai Blogger masih terbilang sangat pemula, tapi dengan mengikuti workshop ini saya berharap bisa menghangatkan mimpi-mimpi itu lagi.

Waktu memasuki Venue workshop,saya terpesona dan membatin “Tempat apa ini? Unik ya,cocok banget buat tim creative ngumpul :D”, bisa kali disewa kalau ada event-event presscon (pikirannya masih ke urusan kantor aja, padahal lagi gak kerja, udah lah van, udah doneee!!). Saya coba googling dan menemukan, ternyata Rumah Mandiri Inkubator Bisnis merupakan wadah bagi entrepreuner Pemula Indonesia untuk mendapatkan pelatihan, mangasah keterampilan dan berkumpul bersama.

Rumah rintisan Bank Mandiri ini sudah berdiri sejak setahun yang lalu, tepatnya dibuka pada tanggal 1 Oktober 2014. Bank Mandiri memilih 14 entrepreuner, generasi pertama yang merupakan pemenang dan finalis dari tiga program Bank Mandiri, yaitu Wirausaha Muda Mandiri, Mandiri Young Technopreuner, dan Wirausaha Sosial Mandiri. Jadi Rumah Mandiri Inkubator Bisnis ini terbuka jika ada komunitas-komunitas yang ingin mangadakan pelatihan atau workshop, karena balik lagi pada tujuannya sebagai wadah bagi para pengusaha muda memperoleh pelatihan / bimbingan serta memberikan motivasi untuk mengembangkan bisnisnya.

Rumah Mandiri Inkubator Bisnis - Penampakan di dalam ruangan yang colourful dan dinamis

Rumah Mandiri Inkubator Bisnis – Penampakan di dalam ruangan yang colourful dan dinamis

Rumah Mandiri Inkubator Bisnis - Instalasi Unik di Ruang Tamu

Rumah Mandiri Inkubator Bisnis – Instalasi Unik di Ruang Tamu

Anyway, balik ke workshopnya. Pengisi acara workshop terdiri dari penulis-penulis muda yang telah melahirkan banyak novel. Saya salut pada mereka, umurnya dibawah saya, malah masih ada yang seumuran sama adik saya yang kecil, yaitu kelahiran ’96, tapi sudah bisa komitmen menulis buku dan produktif menulis novel.

Baca juga  [Review] Orientasi Rasa by Maria Dorotea

Sharing mereka banyak seputar proses penulisan novel seperti membuat outline, plot, karakter tokoh, plot, riset, menimbang-nimbang kelogisan cerita, sampai sharing pengalaman nulis blog dan nulis cerita di Wattpad (saya baru denger juga ni wattpad, jenis buah apa ini??). Penulis-penulis muda ini juga mempelajari karya-karya penulis lainnya. Setelah googling lagi, ternyata Wattpad adalah semacam situs blogging dimana kita bisa membaca dan menulis cerita online, penulis-penulis banyak menggunakan Wattpad untuk mencegah plagiarism.

Saya juga kenalan dengan blogger lain, diantaranya sudah ada yang mau menerbitkan buku. Woww!! batin saya “saya kapan ya?”. Mungkin ada baiknya saya komitmen nulis blog dulu kali ya. :)) Akhir kata, selamat hari buku Seduniaaa!! Sudahkah anda membaca hari ini??