Galau bisa terjadi pada siapa saja, nggak pandang bulu. Kalau dulu saya suka galau waktu dengerin lagu Kahitna, hehe 😀 kadang-kadang lagu romantis sama lagu galau suka kabur batasnya, 11,12.

Kalau zaman sekarang, galau bisa dibilang jadi trend, semacam trend hidup sehat gitu, kalau belum galau, tandanya belum kekinian, sebutannya galauers. Biasanya galau identik dengan mantan, skripsi atau alis, hahaha, tapi sebenarnya galau itu sangat luas, hal kecil saja seperti, kadang memutuskan mau mandi sekarang atau lima menit lagi atau sepuluh menit lagi aja saya suka galau. *mandi tinggal mandi, pake segala dipikirin.

Sebelum lebih lanjut lagi, berikut arti galau dari beberapa sumber :

KBBI :

galau/ga·lau/ a, bergalau/ber·ga·lau/ a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);

 

Yahoo :

Galau merupakan perasaan tidak tenang di dalam hati dan pikiran manusia, perasaan tidak tenang ini bisa disebbkan oleh perasaan sakit hati, kecemburuan,ketegangan saat harus menghadapi sesuatu dan beban pikiran, ketika seseorang memiliki masalah tersebut biasanya akan berujung pada kegalauan.

 

Mario Teguh :

Galau adalah kegamangan rasa karena ketidak-jelasan.

———-

Bagi anak muda, galau itu normal. Dan siapa bilang galau harus hilang sebelum kita bisa hidup dengan hebat?

Galau adalah jarak antara masa muda yang labil dengan masa dewasa yang mapan.

Galau itu biasa. Yang lebih buruk dan beresiko adalah tidak belajar dan tidak bekerja – karena galau.

Dan anak muda yang tidak belajar untuk melakukan sesuatu yang berguna saat galau, akan menjadi orang tua yang tetap galau – dan tetap tidak ada gunanya.

Jika galaunya anak muda itu wajar, galaunya orang tua harus diperiksa lagi dengan lebih teliti.

Hidup ini bukan untuk galau, tapi untuk sukses.

Saya masih ingat kapan terakhir kali saya bermuram durja terheboh abad ini, yaitu saat pernikahan saya. Kebayang nggak, moment yang harusnya jadi moment terindah, tetiba berubah 45 drajat (seperempatnya aja, kalau 180 drajat terlalu ekstrim) gara-gara wedding singer-nya nyayiin lagu dangdut sedih, mending lagu dangdut bikin happy, ini lagu dangdut sedih tema perpisahan gitu. Langsung bete-se bete bete-nya. Setelah kejadian itu, orang-orang pada menghibur saya, bukan cuma abang suami saja, teman kantor, dan sodara-sodara juga ikut menghibur. Kala itu saya berusaha secuek mungkin bahwa gak ada yang perlu dipikirkan, it wasn’t a big deal, tapi tetap aja kepikiran. Segalanya udah dipersiapkan, satu yang terlewat yaitu nge-brief wedding singer, dan efek-nya lumayan, lumayan bikin saya badmood semingguan. hahahahaha

Kalau sekarang sih saya sudah iklas, sudah legowo, kalo inget lagi malah dijadiin bahan lucu-lucuan, dan itu lebih baik ketimbang terus-terusan baper. Saya malah sok-sok-an nasehatin teman yang mau nikah “Nanti lu klo nikah wedding singernya jangan lupa diperhatiin, itu penting loh, lagu itu bisa membangun suasana, jangan kayak guwee” (seketika manyun, lalu ketawa). Yang jelas, Allah udah gantiin moment itu sama moment yang beratus-ratus kali lebih indah, yaitu life after merriage dan hadirnya bayi. 😀

Eh kan..kann…malah ngomongin saya kan. Intinya, galau tak lepas dari kehidupan kita. Emang kadang seni hidup suka gitu, ada ups and down-nya, bahkan kadang suka tersimpan indah dalam setiap kegalauan, apalagi waktu hujan turun, wahhh.. bisa galau berjamaah. Tapi Setiap masalah pasti ada solusinya, sama setiap galau pasti ada obatnya. Ini dia beberapa hal yang saya lakukan saat galau melanda :

  1. Makan coklat

Sebulan lalu saya dirundung galau, semacam binggung nentuin prioritas gitu. Perasaan list pekerjaan saya banyak banget, kemudian saya rehat sejenak dan makan coklat. Konon katanya, makan coklat bikin pintar dan bahagia. 😀 Favorit saya Biskuit Regal dicocol ke Nutella, sooo yummm!!!  Abis mamam coklat, pikiran udah lebih relax, trus kerja lagi.

Rasanya beban pikiran jadi bertambah ringan, berbanding terbalik dengan berat badan saya yang bakalan naik paling nggak sekilo dua kilo. Tapi saya sih nyantai aja, soalnya kan saya momong bayi, momong bayi juga butuh tenaga, jadi berat badan saya tetap stabil. 😀

Nutella dan Regal

Nutella dan Regal

  1. Nonton acara komedi

Waktu jaman kuliah, ketika pikiran mulai buntu saat mengerjakan tugas, seringkali saya alihkan sejenak dengan nonton serial komedi, salah satu favortit saya, How I Met Your Mother, dari season 1- 9 lengkap saya punya. Sering kali saya pilih secara acak, trus ditonton aja, nunggu surprise-surprise-nya, walau sebenernya udah tau juga ceritanya. Entah kenapa selalu berhasil buat saya jadi lebih santai. Sampai sekarang, kadang saya masih suka secara acak nonton serial How I Met Your Mother, sayang-nya udah tamat. Selain itu, coba deh nonton The Comment, Danang – Darto nggak pernah gagal bikin ketawa orang, saya bisa ngakak nonton The Comment. Apalagi waktu saya baru melahirkan, saya sampai harus menahan tawa gara-gara setiap ketawa luka jahitan di perut saya makin sakit. Sampai-sampai saya dilarang nonton The Comment sama ibu mertua, hahahha. Kocak. Gimana dong, Ibu menyusui kan juga butuh hiburan.

The Comment Net TV bersama Danang Darto

The Comment Net TV bersama Danang Darto

  1. Ngobrol dengan sahabat

Karena Galau kebanyakan dialami oleh anak ABG, jadi saya flashback waktu masih ABG. Palingan sih saya gerecokin teman kos, si Iga, Astri atau mbak Dwi hehehe. Ngobrol ngalor-ngidul, nanti galaunya juga ilang sendiri. Diakhiri dengan makan bersama di warung makan deket kos. Dengan adanya mereka saja sudah cukup bikin perasaan saya lebih baik, membuat saya merasa tidak sendirian :). Kalau sekarang, siapa lagi tempat berkeluh kesah saya kalau bukan Abang suami, ia seorang sahabat, merangkap guru, merangkap tukang betulin listrik, bersiin virus-virus di laptop dan tentunya seorang suami yang sayang Istri dan anak. Ahh..beruntungnya saya. 😀

  1. Baca blog mbak Rian

Nah ini obat mujarab anti galau yang baru saya rasakan ketika bergabung dengan komunitas Blogger Perempuan. Perkenalkan teman baru saya ini bernama Rian Rosita Luthfi, dipanggil Mbak Rian. Setiap kali saya saya main ke-blognya >> superduperlebay.wordpress.com <<< pasti berhasil saya dibuat ketawa, minimal senyum-senyum geli gegara membaca artikelnya.

Melalui Blognya, mbak Rian bercerita tentang kehidupan sehari-hari, anak dan review-review lainnya, tampaknya gak jauh beda ya dengan blog saya, atau biasa disebut blog lifestyle.

Blog-nya Mbak Rian, si Kompor Mledug >>>Superduperlebay.com

Blog-nya Mbak Rian, si Kompor Mledug >>>Superduperlebay.com

Bedanya Mbak Rian ini ‘ngaco’ abissss, hahaha in positive way ya mbak, karena ke-ngaco-annya ini banyak blogger-blogger yang dibuat ketawa saat membaca tulisannya. Blog-nya emang cocok banget dinamain : Kompor Mledug ‘Just adding fuel to the fire’, jadinya emang mledak-ledak bergairah gitu, terlihat dari cara nulisnya yang mledak-ledak, hurufnya gede kecil campur aduk hahaha…

Ini dia spoiler-nya :

Sambil bawa senter, sarung, dan kupluk (ini mau naik toren apa ronda sih), saya naik toren. Si ART (sebut saja Papi) ngejogrok di bawah sambil menatap nanar. Mungkin dalam hatinya dia nyanyi, “seekor kera, terpuruk terpenjara dalam gua.. kera saktiiiii“. Luweh Mbak, Luweeeehhhh *lanjut manjat toren*. Memanjat toren ternyata tak semengerikan yang saya pikir, tapi TURUNNYA MASYAALLOH!! Kayaknya saya butuh punggungnya Nicholas Saputra deh buat pijekan kaki *dikeroyok grupisnya AADC*.

Atau

Pertama kali saya mendengar istilah ghostwriter, pikiran saya langsung tertuju pada sosok Nicholas Cage dengan kepala tengkorak mengendarai harley dengan efek api di jejaknya. Yaelah bro, ITU GHOSTRIDER KELEEUS!! Lha terusGhostwriter itu panganan opo? Nganu ziz, apa semacam hantu yang lagi ikutan wajib belajar ya? KRIUK. MAS SAYA NYERAH *dadah dadah kamera*

Hahaha…ngaco kaan!!! Tulisannya tuh kayak bahasa omongan dijadiin bahasa tulisan, jadi ‘rame’. Saya kagum loh sama sampean mbakkk!!! ‘Rame’ nya konsisten dan spontan, wkwkwk pinter menterjemahkan pengalaman sehari-hari nya ke bahasa humoris. Teruslah menghibur ya mbak!!

Saya sempat bertanya ke mbak Rian, “Mbak, itu asal mulanya bisa kayak gitu gimana??”.Mbak Rian sendiri pun gak tau, gak nyadar kali tepatnya, karena aslinya udah kayak begitu. Dibalik sifat saya yang malu-malu behave ini, hahaha sedikit-sedikit saya juga suka ngaco, suka nggak jelas, dan sepertinya saya tau dari mana sifat itu berasal hehehe, *rahasia

Lalu, karena masih penasaran, kira-kira ni orang komedinya terpengaruh dari mana, saya pun bertanya lagi ke mbak Rian, “Mbak Rian suka nonton acara komedi? Serial komedi? Buku komedi?”,

Kemudian Mbak Rian menjawab “Buku sih, sebenernya suka sastra”. Wooow. Gak heran sih karena beberapa tulisan Mbak Rian yang saya baca ditulis dengan bahasa sedehana dengan ritme dan kaya makna. Rupanya si humoris ini punya sisi lain juga yang gak kalah menarik. Pernah bergalau-galau mendayu biru gitu juga ya mbak, :D, bener kata mbak Nining, bukan cuma Rangga dan Cinta doang.

One of my fav :

jika kamu belum pernah sakit,

suatu saat kamu harus sakit… agar kau bisa merasakan nikmatnya sehat..

jika kau belum pernah jatuh,

suatu saat kamu harus jatuh… agar kau bisa merasakan puasnya setelah bangkit..

jika kau belum pernah dikhianati…

jangan tanya bagaimana rasanya…

jangan coba untuk mengkhianati…

karna sekalinya, kamu harus merasakannya…

nanti…

agar kamu bisa bersikap lebih manusia..

Kemudian mbak Rian juga share kalau alm. Bapak-nya juga humoris, dan dia juga suka buku-buku Raditya Dika dan Pidi Baiq. Hmmm, Sekarang kita tau kan, dari mana sifat humoris dan puitis-nya itu berasal…hmmmmm

Menarik sekali ya kenal mbak Rian. Semoga kapan-kapan bisa ketemu langsung sama orangnya. 😀 Ohya, mbak blognya tambahin navigasi dong biar gampang nyarinya.

Satu lagi mbak, gak pingin nyoba jadi stand up comedian kah? 😀

Say hi to mbak Rian, si Kompor Mledug

Say hi to mbak Rian, si Kompor Mledug

Akhir kata, kala galau meraja, jangan lupa berdoa 🙂

dan

daripada bermuram durja, sila mampir -mampir ke blog-nya mbak Rian ya, gaess!! 😀

Baca juga  Review Film yang Nggak Spoiler ala Kisekii