Lega rasanya kalau sudah bisa BAB alias Pup,rasanya utang hari itu udah terbayar lunas, udah setor hehhe. Tak lupa saya ucapkan alhamdulilah. Kalau kekenyangan setelah makan atau dapat rezeki kan kita pasti mengucap alhamdulilah, kenapa setelah pup tidak? Bukankah kita sudah membuang sampah- sampah dalam tubuh dan bukanya pup yang lancar juga menandakan pencernaan yang baik. Jadi sudah sepatutnya kan kalau kita ucapkan alhamdulilah juga.

Rasanya agak gimana gitu kalau ngomongin pup, tapi namanya juga sharing. Ini mengingatkan saya akan perisiwa beberapa bulan lalu, ketika kehamilan saya jalan tiga bulan. Saya menderita Konstipasi atau susah BAB/ susah Pup selama kurang lebih 1 minggu, rasanya mau ngapa-ngapain gak nyaman, mau duduk gak enak, tidur gak enak apalagi beraktivitas. Hari itu jam-jam terakhir di kantor, saya habiskan bolak-balik WC yang tidak ada hasilnya, teman kantor saya pada turut prihatin dengan kondisi saya. Katanya saya kurang sayur dan buah, pokonya yang berserat “Banyak makan Pepaya, Van” kata mereka.

Setelah saya menimba ilmu di Mbah Gugel, ternyata kebanyakan ibu hamil juga mengalami konstipasi saat kehamilan, hal ini dikarenakan susu ibu hamil yang dikonsumsi menyebabkan pup penjadi keras. Jadi saat mengkonsumsi susu Ibu hamil baiknya harus dibarengi dengan makan sayur dan buah.

Mengenai Ibu hamil harus makan sayur sudah pernah saya bahas disini.

Pulang dari kantor saya langsung megadu ke abang soal susah pup. Gak lama abang pulang kantor bawa bungkusan, isinya microlax. Lagi-lagi saya harus berguru dulu ke mbah gugel untuk mencari tau apakah ini aman untuk ibu hamil. Ternyata Microlax aman untuk ibu hamil selama pemakaian masih dalam dosis tertentu.

Microlax – Untuk Susah BAB

Akhirnya saya mencoba pakai Microlax, kalau diiklan tivi sih dijelaskan pemakaiannya di masukan ke bagian belakang (anus), gak tau deh kalau ada cara lain, setau saya itu aja, hehe.

Cara pemakaian - anggap saja itu bagian belakang (anus)

Cara pemakaian – anggap saja itu bagian belakang (anus)

Saya tunggu beberapa menit, lalu jam, tapi pup saya tak tunjung cair, akhirnya saya coba lagi tube yang ke-2, dan belum ada dorongan. Saya sampai menangis meratapi kondisi saya , bolak-balik kamar mandi dengan harapan pup bisa segera keluar tapi tak membuahkan hasil juga. Saya tambah kaget lagi setelah cairan yang keluar malah darah. Saya sampai melayangkan pertanyaan ini ke abang saking putus asanya “Bang aku capek bang, sakit, kok gak keluar-keluar ya bang?” tanya saya tanpa mengharapkan jawaban. Mungkin kondisi saya udah parah kali ya, soalnya tetangga sebelah bilang di pake microlax juga dan langsung berhasil.

Baca juga  Ketika Anak Sulit Disapih part.2 | Dibalik Layar Menyapih Rayan

Keesokan harinya saya gak masuk kantor karena belum bisa pup, gak bisa duduk nyaman pula. Seperti anak yang tak berdaya saya tepon ibu saya sambil menangis. Ibu saya langsung menghubungi dokter kenalan dan menanyakan obat, tak lupa ia berpesan agar saya makan sayur dan buah. Mungkin kalau ada ibu / mama disini bisa lebih enak karena dirawat sesama perempuan, tapi sayangnya mereka gak bisa datang.

Akhirnya abang memutuskan untuk gak masuk kantor karena menemani saya. Walapun saya paksa-paksa ia harus masuk kantor dan meyakinkannya bahwa kondisi saya akan baik-baik saja, tapi saya tau ia tidak akan tega meninggalkan saya seorang diri dirumah, ibu hamil pula. Saya senang ia ada disamping saya.

Alhamdulilah siangnya sudah bisa keluar, dengan suah payah. Walaupun begitu, masih ada rasa sakit kalau dibuat duduk, tidur pun harus dengan posisi tertentu. Keesokan harinya saya tidak masuk kantor lagi karena masih dalam masa pemulihan. Eh,abang malah ikut-ikutan sakit, karena demam. Alhasil jadilah kami sepasang suami istri tergeletak sakit di rumah.

Sakit saya menular ke abang. Konon katanya kedekatan batin pasangan, semisal suami istri, saudara kembar, dan ibu dan anak bisa membuat satu sama lain merasakan kesakitan yang sedang dialami pasangannya. Kami istirahat dan juga mengurus satu sama lain. Memaksakan diri memasak walau sedang gak enak badan, dan membeli buah di luar karena kami tidak memiliki asisten rumah tangga.

Beberapa hari, seminggu kira-kira, saya sudah mulai sembuh, namun setiap kali mau pup selalu harap-harap cemas karena masih sedikit lecet dan mengeluarkan darah, ini seperti melewati tantangan terberat setiap harinya dan sudah bisa lega kalau sudah pup. Sampai sekarang kalau mau pup suka terbayang masa-masa sulit itu, saya gak mau kena konstipasi lagi. Oleh karenanya sekarang saya rutin makan sayur dan buah.

Baca juga  Privilege Ibu Hamil

Dulu kalau gak pup lebih dari 3 hari, rasanya biasa saja, sekarang kalau 2 hari saja belum pup udah gelisah. Gak mau itu terulang lagi. Cukup sekali saja.