Memiliki ibu yang berprofesi sebagai Sex Therapis tidak lah mudah bagi Otis Milburn (Asa Butterfield), seorang remaja baru gede yang bukan tipikal golongan anak populer di sekolahnya. Terlebih, Otis pun memiliki keterlambatan dalam hal seksual, berbeda dengan teman-teman sebayanya. 

Suatu hari tanpa sengaja Otis memberikan saran mengenai masalah seksual yang dialami temannya. Siapa sangka, dibalik pembawaanya yang cupu dan canggung, Otis memilki pengetahuan luas mengenai seksualitas. Ia terlihat bijaksana dan humble dalam memberikan saran. Hal ini pun dimanfaatkan oleh Maeve (Emma Mackey) untuk berbisnis bersama, dengan membantu murid-murid di sekolahnya yang mengalami kesulitan dalam hubungan seksual. 

Selain menyelesaikan problem seksual klien mereka, Sex Education juga meng-highlight kehidupan Otis, Meave dan Eric (Ncuti Gatwa) yang masing-masing memiliki problem tersendiri berhubungan dengan kehidupan remaja, percintaan, jati diri, juga pahitnya kehidupan.

Review dan Kesan

Seperti judulnya, serial Netflix kali ini memang seblak-blakan itu dalam mempertontonkan adegan seksual, baik visual, maupun verbal. Bikin yang nonton jadi canggung, untung nonton sendirian, hehe. Kan aku innocent gitu anaknya. Cuih. Canggungnya cuma pas kalau ada scene yang terlalu vulgar tanpa disensor, selebihnya saya cukup menikmati jalan ceritanya. Menarik. 

Menonton serial ini kudu dengan pikiran yang terbuka, open minded. Sangat terbuka. Terdiri dari 8 episode, Sex Education nggak melulu soal seks kok, banyak pelajaran dan pesan moral yang dapat diambil dari kisah para karakter. Permasalahan yang diangkat cukup mewakili realita yang terjadi. Tak lupa juga menampilkan cerita remaja (itu sendiri) yang segar dan fun. Porsinya seimbang.

Joke-joke nya masih bisa dimengerti kok, bikin saya nyengir-nyengir sendirian. Kapan lagi sih kita melihat orang nge-joke pake aksen british. *Auto terpesona. Karakter Eric, sebagai sahabat Otis juga sangat menghibur. Ia seorang gay yang sedang mencari jati diri. Sepertinya Erik paling sering menyumbang dialog dan joke-joke kocak, tapi kisahnya pun tak kalah menyentuh. 

Baca juga  Jittlada - Thai Restaurant : Mencicipi Masakan Thailand di Jakarta
Sex Education Season 1, Eric & Otis

Alur ceritanya cukup dapat dinikmati. Karakternya juga menarik dan dikembangkan dengan baik. Menurut saya, disini nggak ada karakter yang bener-bener jahat. Konfliknya nggak dipanjang-panjangin, meskipun bisa aja kalau dipanjangin. 

Sex Education season 1. The characters.

Fav Scene

Ini agak spoiler sih, kalian lewatin juga nggak papa, tapi saya harus share ini karena ini salah satu scene favorit saya.

Saat Otis menunggu Maeve sambil membawa bunga di klinik aborsi. Tanpa menghakimi tindakan Maeve, sebagai seorang sahabat, Otis hadir untuk menunjukan bahwa Maeve tidak sendiri dalam melewati masa sulit. Ini sweet banget sih. Jenius banget penulis naskahnya, bisa menghadirkan sesuatu yang manis dalam kejadian miris. 

Bahkan dalam situasi itu, Maeve masih bisa menenangkan pasien lain. Sedangkan Otis yang awalnya diusir oleh Meave, ia tetap tidak pergi. He stays. *Nggak bisa aku tuh ngeliat kek gini, hiks, trus rasanya pingin nyuruh cowo-cowo buat berguru sama Otis.

Si Canggung Otis dan si Gothic Meave

Meskipun Maeve memiliki karakter mandiri, tangguh, cerdas, agak dark dan tampak gothic, tapi siapapun, tanpa terkecuali, butuh seseorang disampingnya untuk melewati masa sulit. Terlepas dari masalah aborsi yang cenderung dinilai negatif, saya cukup respect dengan karakter Maeve yang tabah dalam menghadapi konsekuensinya. Di sini kita dapat melihat sisi lain Maeve yang rapuh, tapi bukan hancur.

Sedangkan Otis mengingatkan saya pada ‘orang-orang kita’ (tipe-tipe canggung ngomongin seks), bahkan sebenernya mirip diri saya pas masih remaja. Kelihatan cupu-cupu, innocent gitu, seolah-olah belum terpapar ‘radikal bebas’, tapi sebenernya cukup tau dan pingin tau, hehe. Saya juga taunya dari nonton film-film barat kalee.

Buat dedek-dedek yang masih remaja, mengetahui tentang seks nggak bikin kamu jadi orang jahat, nggak bikin kamu jadi hina kok, dek. Ini sesuatu yang manusiawi, beberapa malah romantis. That’s life. Yang harus disadari adalah bahwa setiap tindakan, baik berhubungan dengan seks, maupun apa saja, pasti ada konsekuensinya.

Baca juga  Potret Hubungan Anak dengan Sang Ayah dalam Film Everybody’s Fine

Kembali ke Otis, setiap kali Otis memberikan saran pada teman-temannya, tidak terkesan menggurui. Ada pula scene-scene yang berkesan tanpa harus dijelaskan, hanya dirasakan. Cie.

Fav quote

We all mess up and do impure things. Doesn’t mean we’re bad people

Otis Milburn

It’s a fine balance, listening to people without inserting yourself into their reality.

Jean Milburn

‘You know in rom-coms, when the guy finally realizes he’s in love with the girl, and he turns up with a boom box outside her house, blasting her favorite song, and everyone in the audience swoons? Yeah, that makes me sick.’

Maeve

Nuansa cerah

Satu lagi, yang membuat serial ini menarik untuk ditonton karena visualnya yang apik. Pengambilan scene yang menyegarkan mata. Meskipun ternyata mengambil waktu era masa kini (karena udah pake Hp), namun nuansa yang dibawa era 90’s. Terlihat dari bajunya yang warna-warni segar, juga lebih flexible jika dibanding series Stranger Things yang mengambil era 80’s. Baju-bajunya Otis macam bajunya si Jun di Jin dan Jun (garis-garis gitu, yang mana sekarang jadi nge-trend lagi). Jadi, saya menyimpulkan ini membawa nuansa era 90’an sampai early 2000. Mohon maaf atas ke sok- tau-an saya.

Busana yang cerah

Masa kini, tapi anggap saja lokasinya di sebuah desa yang ada di England, jadi fashion-nya agak jadul. But I like it. Kesian ya si Otis kalau berangkat-pulang sekolah kudu melewati hutan sepi, rumahnya pun jarang-jarang, tapi pemandangannya kereen. 

Pemandangan dari rumah Otis, pemndangan yang sulit ditemui diperkotaan.

Oiya, soundtrack-nya juga enak-enak, representatif dalam berbagai hal.

Akhir kata, meskipun masih banyak yang menganggap tabu, namun pendidikan seks merupakan satu dari banyaknya hal di dunia ini yang harus mulai diketahui dan disadari sedari remaja. Hanya saja, kultur di negara kita tampaknya belum seterbuka itu. Yang penting pikirannya dulu yang dibuka ya.

Baca juga  Rindu Drama Korea Tahun 2000-an

Selamat menonton Sex Education. Enjoy the humor, and everything. Season 2 nya juga seru. 

Ps. Season ke-2 masih tetep geregetan sama romansa Otis dan Maeve. Hmmm, tapi daku pasrah apapun yang terjadi pada mereka.