Cerita di Balik Blog

Yeeey…sebulan lagi blog ini berumur 1 tahun. Masih muda yah, ibarat bayi umur setahun, dia baru saja belajar jalan. Blog-nya sih baru, but the truth is saya sudah mulai ngeblog sejak tahun 2008, jaman SMA, waktu itu saya pake blogspot. Namun, sejak tahun 2012, blog yang lama sudah gak saya kelola lagi. Kenapa ya?? Pokoknya saat itu lagi gak mau nulis banget deh, lagi teralihkan dengan hal-hal lain. Hmmmm.

Suami saya selalu membujuk saya untuk menulis lagi, apapun itu. Barangkali nulis jadi semacam terapi biar lebih ekspresif.

Kalau kata Pramoedya Ananta Toer :

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

Sampai pada November 2014, saat saya ulang tahun eh si abang suami  memberikan saya kado, yaitu blog ini. So sweet banget yak doi, mentang-mentang kerjaannya bikin web mulu alias programmer, eh istrinya dibikinin juga. Akhirnya pelan-pelan saya kembali menulis, makasih ya abaaaang!!

Selain itu, pekerjaan saya dulu di PR Agency membuat saya berkenalan dengan blogger-blogger untuk mengundang mereka hadir pada sebuah event, salah duanya >> mas Didut dan mbak Ira (itik kecil), sehingga saya banyak terinspirasi oleh mereka. Mungkin pertanda juga kalau saya harus kembali menulis. Makasih ya mbak & mas.

Berbeda sama blog yang sebelumnya yang isinya kebanyakan curhat, hehe, blog yang ini pinginnya berisi pengalaman yang bisa saya bagi dan bermanfaat buat yang baca. Sayang kan kalau disimpan cuma sendiri, bisa gone with the wind!!!

Saya pernah mikir, kalau dulu saya bener-bener fokus nge-blog dan tau mengelolanya mungkin sekarang saya sudah menjadi blogger profesional, hehehe. Tapi, tak ada kata terlambat. Saya gak mau 5-10 tahun lagi ketika saya melihat kembali ke masa ini, lalu saya menyesal untuk kedua kalinya. Lebih baik pelan-pelan saya mulai dari awal. Jikalau 5-10 tahun kedepan saya kembali melihat kemasa ini dan kemajuannya gak seberapa, setidaknya saya sudah berani melangkah dan sudah banyak belajar.

Selama hampir setahun ini banyak usaha yang saya lakukan, berikut Cerita di Balik Blog yang saya rangkum dalam poin-poin :

  1. Bikin target postingan per bulan
Baca juga  Titik Balik : Karena Dedek Rayan Saya Menjadi……

Saya banyak baca tips nge-blog, untuk newbie seperti saya, katanya harus banyak-banyak posting tulisan dulu, dan saya menjatah satu bulan minimal 5 posting-an. Kadang kalau lagi banyak kerjaan, posting-annya kurang dari 5, berarti bulan depannya saya harus nutup lubang bulan yang sebelumnya.

  1. Blogwalking

Saya tau kenapa blog saya yang dulu gak maju-maju dan malah membuat saya jenuh menulis. Hal ini karena tidak saya kelola dengan baik. Dan, salah satu cara mengelolanya adalah dengan blogwalking (baru tau gitu).

Saya termasuk orang yang loyal kasih feedback di social media, kalau suka ya di-like, kalau pengen kasih komen ya tinggal komen. Bagi saya, ketika seorang teman posting sesuatu dan postingannya bisa membuat kita tertawa, tersenyum bahkan tersadar akan sesuatu, maka harus diapresiasi, dan bentuk apresiasi sederhana adalah feedback. Harusnya ini saya terapkan juga di blog saya sejak dulu. Disela-sela kegiatan, saya sempatkan untuk blogwalking.

  1. Gabung komunitas

Hal ini baru saya lakukan bulan kemarin, gabung di Kumpulan Emak Blogger (KEB). Baru gabung satu komunitas saja bikin blog saya jadi lebih bewarna, jadi tambah motivasi buat nulis deh. Selain banyak yang se-visi dan misi, saya diam-diam juga belajar dari mereka, pengetahuan pun bertambah dengan membaca postingan-postingan di blog anggota komunitas. Pengen juga bisa kumpul-kumpul kalau ada event, biar teman semakin banyak.

  1. Buat tulisan sesuai minat kita

Kita akan semakin enjoy jika menulis apa yang kita sukai, bukan? Baiknya sih semakin spesifik semakin baik, semisal kita suka banget olahraga maka topik-topik yang kita tulis seputar olahraga. Namun untuk hal satu ini, saya masih binggung memutuskan topik apa yang menjadi fokus di blog saya, karena banyak hal yang saya sukaaaa dan saya alami, hahahaha. Lihat saja kategori di blog saya, banyak bukan??hihi.

Kata abang suami saya orangnya terlalu idealis, menulis hanya yang disukai saja, harusnya menulis yang orang lain suka juga. Bahasa kerennya, ‘dimana banyak permintaan, disitu produksi meningkat’, hehehe, gaya euy.  Gimana ya…saya menulis sesuatu yang me-represent diri saya, tentunya dengan style saya. Kalaupun saya harus menulis sesuatu yang diluar minat saya, maka setidaknya ditulis dengan style saya. Selain itu, menulis yang jujur dan tulus itu butuh usaha loh. Kadang harus bertapa dulu, menyelam ke dalam diri, hehehe *sambil bertanya apa sih sebenernya yang mau gue tulis?? Biar gak krisis identitas gitu 😀

Baca juga  Privilege Ibu Hamil

Saya sih gak masalah ketika menulis satu postingan menghabiskan waktu 1-2 hari (soalnya sambil disela kegiatan lain), yang penting me-represent diri saya. Saya juga menikmati proses menulis dari menggali ide hingga riset bahkan merapihkan titik koma. Toh kita gak kejar setoran banget, kejar target sih tapi gak ngoyo.

  1. Riset

Pada topik-topik tertentu saya juga melakukan riset, cek and ricek apakah informasi yang diberikan sudah bisa dipastikan kebenarannya. Jangankan untuk topik tertentu yang butuh kepastian info, untuk kategori personal pun kadang saya melakukan riset, sekedar cari maknanya di KBBI ataupun cari sinonim untuk memperkaya perbendaharaan kata. Kadang setelah menulis, saya minta suami saya baca lagi ‘apa sudah oke, ada yang kurang ga?’

  1. Belajar SEO (search engine optimization)

Kalau belajar SEO, saya les privat sama suami dong. Biasanya judul tulisan baru saya tetapkan setelah selesai menulis, disesuaikan dengan kontennya. Lalu melengkapi tag dan part SEO agar mudah ke-detect jika di-googling. Berikut step-nya:

  • Masuk ke bagian Yoast SEO
  • Ada 2 hal yang biasanya jadi perhatian saya, yaitu Focus Keyword & Meta Description
  • Isi bagian Focus Keyword dengan kata yang kira-kira menjadi kata kunci artikel, tidak perlu panjang-panjang. Misal, karena saya sedang mereview film iZombie jadi focus keyword-nya ‘iZombie’. (Image 1)
  • Pastikan kata iZombie ada poin-poin di focus keyword, seperti article heading, page title, page URL, content dan meta description. Jika kata iZombie ada di semua poin tersebut maka akan keluar kata ‘yes’ dan jumlah kata-nya. (Image 1)
  • Langsung masuk ke meta description : Isi dengan penjelasan singkat mengenai tulisan. Jika tulisan anda di share ke sosmed, maka penjelasan ini akan terlihat. (Image 1 & 2)
  • Lihat ke bagian publish, apakah warna dibagian SEO sudah bewarna hijau? jika sudah maka tulisan sudah lebuh mudah ter-detect jika googling. (Image 3)

Image 1 : Melengkapi part SEO

 

Image 2 : Tampilan Meta Description

Image 2 : Tampilan Meta Description

SEO

Image 3 : Part Publish (SEO)

  1. Newsletter manual
Baca juga  Setahun Menuju Selamanya (Wedding Website)

Untuk newsletter, saya tidak menggunakan yang otomatis,. Abang menyarankan saya menggunakan mailchimp.com, biar bisa dimacem-macemin tampilannya. Melalui mailchimp, saya bisa mengatur kapan waktu mengirimkan newsletter (belum banyak juga sih follower-nya, hehe), saya sendiri prefer weekly. Karena mingguan, jadi sekali kirimnewsletter bisa 3 postingan gitu (Image 4), dan itu kita sendiri yang ngatur template, themes, penempatan dan lainnya. Bisa juga di-connect-in ke sosmed kita (Image 5).

Tampilan newsletter jika menggunakan mailchimp

Image 4 : Tampilan newsletter jika menggunakan mailchimp

Share newsletter ke sosmed

Image 5 : Share newsletter ke sosmed

  1. Editing

Perlu lah supaya blog jadi tambah cantik. Belajar ngedit di Photoshop atau yang lebih sederhana pakai Paint juga bisa. Sekarang banyak aplikasi edit photo, biasanya saya pake PicsArt.

Contohnya saya masukin foto anak saya saja. Hihi…

Rayan lucuuuk

  1. Ciptakan peluangmu : Ikut kuis/ giveaway

Pada dasarnya punya blog aja udah membuka peluang loh, seperti peluang buat ngeluarin unek-unek / curhat, lebih eksis, belajar nulis, jualan, kenalan sama blogger-blogger, ikut kuis dan lain-lain. Blog juga bisa dimanfaatkan buat ikut / bikin giveaway, sekalian ninggalin jejak kita di blog si empunya giveaway.*kapan ya saya buat giveaway?

  1. Luangkan waktu 

Nah, ini nih yang gampang-gampang susah, yaitu meluangkan waktu untuk menulis. Kadang udah terpikir topik yang ingin ditulis tapi nulisnya ketunda-tunda mulu. Dulu waktu masih hectic kerja kantoran, tantangannya adalah membagi waktu antara kerja, sosial, masak, baca dan nulis. Kalau sekarang saya harus nyolong-nyolong waktu menulis, karena saya harus mengutamakan si baby dong. Biasanya saya menulis malam hari, selain karena dedek Rayan  lagi tidur, kuota internet juga lebih banyak, hehe.

Yang namanya ide juga kadang muncul tiba-tiba, tak kenal waktu. Di saat lagi sibuk-sibuknya ngurusin dedek Rayan eh ada ide nulis, maka dari itu saya suka mencatat ide-ide random tersebut di notes hp.

Itulah kira-kira usaha yang saya lakukan di usia blog yang masih seumur jagung ini, hihi. sekalian bagi-bagi tips nih (tips ngeblog dari pemula untuk pemula, hehe). Harapannya sih bisa membuka peluang yang lebih besar untuk masuk ke dunia blogging yang lebih serius, biar ‘naik kelas’ blog-nya, ya orangnya juga. Amiiin.

Giveaway Cerita di Balik Blog